Tukang Pijat Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos

Polisi Selidiki Penyebab Kematian

KOTA – Warga Desa Pandian, Kecamatan Kota, mendadak geger kemarin (5/9). Pemicunya, Amaniyah, 70, ditemukan tewas di salah satu  kamar kos milik Sana, warga Pulau  Kangean, sekitar pukul 06.30. Kuat  dugaan, dia tewas sepuluh hari lalu.  Sebab, jasad perempuan lanjut usia  (lansia) itu telah membusuk.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), penemuan jasad Amaniyah berawal dari kecurigaan Ahmad Fauzan, 29,  salah seorang penghuni kos. Warga Desa Batuampar, Kecamatan Guluk-Guluk, itu mencium bau kurang sedap sebelum berangkat kerja.

Setelah diselidiki, aroma seperti  bau bangkai itu berasal dari kamar Amaniyah yang berada di belakang kamarnya. Ahmad Fauzan kemudian mendatangi rumah  kerabat Amaniyah, Ach. Baidawi, 40, yang berjarak 50 meter dari tempat kos. Ketika menjelaskan  kejanggalan itu, keduanya berbegas menuju lokasi.

Saat dibuka, perempuan yang bekerja sebagai tukang pijat itu  sudah tidak bernyawa dan dalam kondisi membusuk. ”Lima hari saya mencium bau tak sedap. Setiap hari saya memang jarang melihat. Biasanya ke depan untuk mandi. Kebetulan kamar mandi posisinya   berada di depan,” tutur Ahmad Fauzan saat ditemui di lokasi.

Dia mengatakan, sebelum ditemukan tewas, kondisi korban lemah. Umurnya diperkirakan berkepala tujuh sehingga kesehatannya menurun. Sehari-hari dia bekerja sebagai tukang pijat di  wilayah kampung sekitar. ”Kalau ada yang mau pijat dipanggil  sama orang,” tuturnya.

Ach. Baidawi selaku menantu keponakan mengaku kaget dengan kondisi Amaniyah. Menurut dia, keluarga benar-benar tidak tahu. Apalagi, saudara-saudaranya meninggal semua. ”Awalnya, kami dikasih tahu oleh Ahmad  Fauzan. Ya, akhirnya saya buka pintunya, ternyata sudah meninggal dunia,” katanya.

Dia menjelaskan, pihak keluarga sudah memintanya tinggal bersama. Namun, jelas Ach. Baidawi, Amaniayh menolak.  ”Ya, keluarga ikut sedih karena nenek Amaniyah meninggal dalam keadaan miris. Tapi, ya  gimana lagi. Nanti kami segera mengebumikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Kota Polres Sumenep AKP Eko Cahyadi menyatakan akan menyelidiki  penyebab tewasnya perempuan  tersebut. Namun, melihat kondisi tubuhnya, tidak ada unsur penganiayaan. ”Meninggalnya  sudah lama. Tapi, nanti kami periksa sejumlah saksi, termasuk  pemilik kos-kosan,” pungkasnya. (radar)