Tolak Pembangunan Lapas Narkoba

KANGEAN – Rencana Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membangun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bagi narapidana (napi) narkoba di Pulau Kangean mendapat penolakan dari warga setempat. Menurut mereka, rencana tersebut  tidak masuk akal. Juga terkesan melecehkan penduduk Kangean.

Sejumlah-wisatawan-lokal-menikmati-keindahan-bibir-pantai-Pulau-Mamburit,-Kangean,-kemarin.

”Kami tidak bangga jika Kangean dijadikan lapas. Sebab, itu sebuah penghinaan bagi kami. Untuk itu, apa pun alasannya, kami menolak rencana itu,” ujar tokoh pemuda Kangean, Abdul Aziz Salim, kepada wartawan kemarin (27/11).

Apalagi, lanjut dia, Sumenep terkenal sebagai kota religius. Dengan demikian, pembangunan lapas secara otomatis mencederai orang-orang Madura. ”Masak Madura jadi pembuangan orang-orang jahat,” tandasnya.

Menurut Aziz, rencana pembangunan lapas lengkap dengan sungai yang berisi buaya dan ikan piranha itu perlu dikaji ulang. Sebab, jika tujuannya ingin mengisolasi napi, seharusnya bukan di Kangean. Sebab, pulau terbesar di Madura itu masih sangat dekat dengan daratan. Akses menuju  pulau tersebut juga dinilai mudah.

”Seharusnya pilih pulau terluar seperti Sulawesi dan Kalimantan,” ujarnya. Pria yang juga ketua DPD NasDem Sumenep itu mengatakan, pada prinsipnya, masyarakat Kangean ingin maju dan berkembang. Tapi, tidak menanggalkan label agamis dan religius.

Dengan demikian, jika pemerintah memaksa membangun lapas di Kangean, masyarakat juga bersikukuh menolak. ”Jangan lukai perasaan masyarakat Madura dengan menjadikan Kangean sebagai tempat pembuangan orang jahat,” harapnya.

Berbeda dengan Aziz, Kepala BNNK Sumenep Bambang Sutrisno justru sangat mendukung rencana tersebut. Menurut dia, rencana pembangunan lapas di Kangean merupakan solusi cemerlang untuk menangani persoalan  narkoba. ”Kami akan mendukung progam rencana BNN pusat itu,” tandasnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf juga mendukung rencana BNN  untuk membangun lapas narkoba di Kangean. Yang penting, kata dia, keberadaan lapas tersebut efektif dalam memberantas peredaran narkoba.

”Apa yang digagas Pak buwas harus efektif. Masyarakat jangan sampai terpengaruh dengan transaksi narkoba,” paparnya.  Sejauh ini, para bandar masih bisa bertransaksi dari balik jeruji  dengan warga sekitar. Nah,  hal itulah yang dikhawatirkan  Syaifullah Yusuf jika rencana  itu terealisasi.

”Harus dipastikan tidak ada transaksi dengan masyarakat. Masyarakat luar aman,” terangnya. Dia menegaskan, pihaknya  mendukung pengaktifan lapas  di Pulau Kangean. Sebelumnya,  di pulau itu ada lapas yang  sudah terpakai.

”Kami mendukung. Policynya ada pada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum  HAM). Kami ingin pastikan saja rencana itu efektif,” terangnya.  (radar)