Tiga Kali Mangkir, Penyidik Bakal Jemput Paksa Kades Poteran 

KOTA – Kepala Desa (Kades) Poteran, Kecamatan Talango, Pulau Poteran, Suparman tidak kooperatif. Kades yang dilantik akhir 2014 itu mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Akibatnya, Korps Adhyaksa  berencana memanggil paksa.

Penyidik kejaksaan memanggil Suparman pada Rabu (14/9). Sayangnya, panggilan itu tidak diindahkan. Dia kembali tidak menghadiri penggilan penyidik. Hal itu dikemukakan Kasi Intel Kejari Sumenep Rahadian Wisnu kemarin  (16/9). ”Sudah tiga kali kami lakukan pemanggilan, namun tidak  diindahkan,” ungkap Wisnu.

Menurut dia, selama tidak menghadiri penggilan kejaksaan, Suparman tidak memberikan penjelasan terkait ketidakhadirannya. Untuk itu, pihak penyidik bakal melakukan rapat internal untuk membahas langkah selanjutnya. ”Terancam dipanggil paksa. Makanya, lihat hasil kesepakatan dan pertimbangan  pimpinan,” katanya.

Wisnu menjelaskan, kehadiran  Kades Poteran sangat penting. Dia dipanggil sebagai saksi. Sikap yang ditunjukkan Suparman tidak kooperatif. ”Kalau begini kan sedikit menghambat proses penyidikan. Karena itu, kami tidak akan segan-segan mengeksekusi panggil paksa,” ucapnya.

Apakah upaya pemanggilannya berujung pada penetapan tersangka? Wisnu mengaku tidak ingin berspekulasi. Dalam penetapan tersangka, penyidik harus benar-benar memiliki bukti kuat. ”Petunjuk awal sudah kami kantongi. Bahkan, hampir tuntas proses penyidikan,” terangnya.

Wisnu menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam perkara ini. Apabila bukti dan keterangan saksi dinyatakan cukup, pihaknya langsung melakukan eksekusi. Sebelum  itu, penyidik akan terus menggali. ”Tunggu sajalah perkembangannya. Prinsipnya, tetap lanjut,” tuturnya.

Sementara itu, Kades Poteran, Kecamatan Talango, Suparman belum bisa dikonfirmasi. Namun, dua pekan lalu dia menjelaskan, pada  panggilan kedua, dirinya berada  di luar Madura. Dengan demikian, dia tidak bisa memenuhi panggilan penyidik kejaksaan.

Sebagaimana diberitakan, pada 2 Januari 2014, warga melaporkan dugaan penyelewengan raskin  di Desa Poteran. Dalam kasus tersebut, penyidik memeriksa 800 lebih penerima manfaat. Selain  itu, penyidik memanggil Kepala Gudang Bulog Sumenep Ainul Fatah, tim raskin desa, dan tim raskin kecamatan. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kabar kades poteran suparman