Tiga Bulan, Tujuh Warga Terjangkit HIV/AIDS

Dua Penderita Meninggal

KOTA – Penderita penyakit akibat human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) cukup banyak di Sumenep. Selama tiga bulan terakhir ini, ditemukan tujuh warga menderita penyakit mematikan tersebut.

Dua diantaranya meninggal.  Penderita HIV/AIDS yang meniggal yaitu ZA (inisial).  Warga asal Kecamatan Ambunten  itu mengembuskan napas terakhir dua pekan lalu. Korban meninggal lainnya  yakni AB, warga asal  Kecamatan Pragaan.

Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Imam Muttaqin mengatakan, dua penderita yang meninggal berjenis kelamin laki-laki. ”Saat diketahui positif HIV/AIDS,mereka langsung dirujuk ke rumah sakit Surabaya,”   katanya kemarin (31/3).

Dia menjelaskan, HIV/AIDS tidak semata ditularkan melalui hubungan seks. Tapi bisa juga lewat kontak langsung dengan penderita HIV/AIDS. Misalnya makanan, ludah, ataupun donor darah. Imam tidak bisa memastikan apakah penderita HIV/AIDS akan mengalami peningkatan.

Tahun lalu ada 40 warga Sumenep yang terjangkit penyakit tersebut. Sementara hingga akhir Maret 2016, penderita HIV/AIDS sudah ada tujuh orang. Di dinkes, lanjutnya, belum tersedia obat antiretroviral  (ARV). Menurutnya, obat untuk membantu penderita HIV/AIDS akan diberikan jika rumah sakit memiliki  klinik voluntary counseling  and testing (VCT).

Yaitu klinik yang membidangi pelayanan bagi penderita  HIV/AIDS.  Dinkes melakukan pendampingan agar ada klinik VCT di rumah sakit. Untuk di puskesmas, belum diperbolehkan. Alasannya, karena menyangkut pelayanan  terhadap pasien penderita  HIV/AIDS. ”Di puskesmas dokternya terbatas, kalau di
rumah sakit kan banyak,”  tukas dia. (radar)