Syahbandar Berencana Datangkan Ahli ITS

KALIANGET – Sorotan terharap pembangunan pelabuhan rakyat (pelra) di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, semakin  santer. Pasalnya,  proyek yang dibangun  dengan dana miliaran rupiah itu dibiarkan mangkrak.

Bahkan, di beberapa bagian  mulai ada kerusakan. Kepala Kantor Kesyahbandaran  dan Otoritas  Pelabuhan Kalianget  Moh. Iksan mengatakan, pihaknya akan mengundang ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Itu dilakukan sebelum proyek tersebut dilanjutkan.  Pihaknya ingin memastikan tingkat kelayakan  fasilitas yang ada.

”Sebagian besi sudah rusak, makanya kami  pastikan dulu dengan mengundang ahli dari  ITS,” katanya kemarin (20/3). Jika memang hasilnya masih layak, pembangunan pelabuhan itu bisa dilanjutkan. Sebaliknya, jika tidak layak, besi yang terpasang  terpaksa harus dicabut.

Namun, Iksan belum  bisa memastikan rencana itu akan dilaksanakan. Sebab, sampai saat ini  masih fokus terhadap proses lelang sisa material  yang belum dipasang. ”Untuk pembangunanya,  mungkin nunggu lelang selesai,” katanya. Sarkawi, warga setempat, meminta pembangunan pelabuhan itu segera dilanjutkan.

Diharapkan, faslitas umum itu segera dimanfaatkan untuk kepentingan  publik. Menurut  dia, Sumenep masih  membutuhkan fasilitas  pelabuhan. ”Eman kalau dibiarkan seperti itu  terus,” ucapnya.  Apalagi, untuk pembangunan fasilitas tersebut pemerintah telah menggelontorkan  dana besar. Jika tidak dilanjutkan, anggaran itu akan sia-sia.

”Harus ada upaya dari pemerintah,” lanjut  aktivis Gerakan Reformasi  Indonesia (Gerindo) Sumenep itu. Pembangunan pelabuhan itu dimulai pada 2005 lalu. Pada 2013, pembangunan kembali dilanjutkan. Namun, meski belum tuntas, proyek itu dihentikan. Sampai saat ini tidak ada pembangunan lagi. Akibatnya, besi penyangga sisa proyek  mulai rusak. (radar)