SMA PGRI Terancam Relokasi

Dampak Pengembangan Bandara Trunojoyo

KOTA – Rencana relokasi SMA PGRI Sumenep akibat pengembangan Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo memang belum dibicarakan secara intens. Tapi jika rencana itu betul-betul diwujudkan, PGRI menawarkan lokasi yang dinilai strategis.

Ketua PGRI Sumenep RB Nurul Hamzah mengatakan, jika memang pemerintah hendak memindah SMA PGRI, maka lokasi yang baru harus strategis. Selain itu, kondisi bangunan minimal sama dengan gedung SMA PGRI saat ini. Lokasi baru yang dinilai layak yaitu SDN Pamolokan. Pertimbangannya, sekolah dasar itu muridnya minim, sementara gedung dan lahannya cukup luas.

”SDN Pamolokan layak tukar guling dengan SMA PGRI,” katanya kemarin (14/4). Proses tukar guling tidak bisa dilakukan secara cuma-cuma. Namun harus ada pembicaraan lebih lanjut mengenai renovasi dan perbaikan gedung sekolah yang bakal ditukar guling tersebut.

Sebab gedung SMA PGRI saat ini cukup mentereng. Dua tahun terakhir, pembangunan sekolah tersebut cukup pesat. Jika dinominalkan, kata Nono –sapaan RB  Nurul Hamzah–, pembangunan gedung SMA PGRI menghabiskan dana Rp 2 miliar. Dia menambahkan, yang dimiliki SMA PGRI harus ada di gedung yang bakal ditukar guling nanti.

”Kami menunggu bagaimana langkah pemerintah. Kami mengapresiasi pengembangan landasan pacu Bandara Trunojoyo,” jelas Nono. Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) itu melanjutkan, pemerintah jangan mengabaikan komunikasi rencana tukar guling. Sebab, meski lokasinya masuk wilayah Sumenep, tapi lahan dan gedung milik PGRI.

Dengan demikian, relokasi itu jauh-jauh hari harus didiskusikan dan dibicarakan secara formal. ”Jangan sampai satu pembangunan membunuh pembangunan yang lain. Apalagi berhubungan dengan pendidikan,”
ucapnya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Moh. Fadillah mengatakan, relokasi SMA PGRI rencananya akan dilakukan secara bertahap.

Misalnya, per satu ruang sesuai kebutuhan. Lebih jelasnya, Fadillah menyerahkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep. Sebab beberapa waktu lalu, ungkap dia, Sekkab Hadi Soetarto menunjuk disdik untuk berkomunikasi dengan pengelola SMA PGRI.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Sumenep Kadarisman mengaku tidak tahu mengenai rencana relokasi SMA PGRI. Bahkan, kata dia, pihaknya tidak menerima perintah untuk berkoordinasi dengan pengelola SMA PGRI Sumenep. ”Tidak ada,” katanya.

Menurut dia, relokasi SMA PGRI seharusnya diurus langsung dishub. Sebab, sekolah yang berada di utara jalan tersebut statusnya swasta. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kepala dishub sumenep
  • dishub sumenep berita