Sampah Antariksa Diprediksi Jatuh Lagi

KOTA – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memprediksi, masih ada sampah antariksa yang akan jatuh ke bumi. Ukurannya jauh lebih besar daripada yang ditemukan di Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting.

Benda yang besarnya diumpamakan seperti truk itu bakal jatuh pada 2018. Hal itu diungkapkan peneliti Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) Lapan Rhorom Priyatikanto.  Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), dia  menuturkan, fenomena jatuhnya sampah antariksa sangat jarang terjadi. Namun, berdasar penelitian, pada 2018 diprediksi ada yang jatuh.

”Di mana dan kapan pastinya, kami belum tahu,” katanya. Alumnus ITB itu menyatakan, masyarakat  tidak perlu khawatir. Sebab, mayoritas sampah antariksa itu jatuh di perairan. Peluang untuk  jatuh ke permukiman penduduk sangat kecil, yakni hanya 40 persen.

”Lagi pula permukaan bumi sebagian besar lautan. Jadi, kami sampaikan tidak perlu berlebihan takutnya. Waspada bolehlah,” ujarnya.  Rhorom memaparkan, menurut catatan  Lapan, sampah antariksa di Indonesia jatuh tiga kali. Sebelumnya, tepatnya 1981, jatuh pecahan bagian roket di Gorontalo. Kemudian, pada 1988 terjadi di Lampung. Pada 2003, giliran Bengkulu  yang kejatuhan.

”Baru yang terakhir dan keempat kalinya di Sumenep,” jelasnya.  Rhorom menambahkan, benda antariksa akan  jatuh lantaran mengalami pembakaran. Pemicunya, bergesekan dengan atmosfer bumi. Dengan demikian, sampah antariksa pecah dan tidak kuat  dengan panasnya bumi.

”Jadi, lama-kelamaan akan jatuh dengan sendirinya,” terang dia. Sebagaimana diberitakan, beberapa hari lalu warga dikejutkan dengan jatuhnya benda langit. Benda yang jatuh di Desa Lombang,  Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, itu diduga bagian rokel falcon. Kasus tersebut  menghebohkan publik. Bahkan, Lapan dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten)  turun ke Sumenep. (radar)