Sampah Antariksa Bakal Dibawa ke Bandung

KOTA – Temuan benda yang jatuh di Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, terus diselidik. Tim ilmuan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) mendatangi lokasi jatuhnya benda tersebut kemarin (28/9).  Kapolres Sumenep AKBP H Joseph  Ananta Pinora mengatakan, lima  ilmuan dari Lapan tiba di mapolres untuk meneliti benda-benda itu. Mereka menyisir sejumlah lokasi.

”Hasilnya bisa ditanyakan ke pihak Lapan,” tuturnya kepada Jawa Pos  Radar Madura (JPRM).  Peneliti Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) Lapan Rhorom Priyatikanto menerangkan, hasil penelitian sementara, benda-benda itu merupakan bagian roket yang diluncurkan di  Amerika beberapa bulan lalu. Melihat  struktur benda asing tersebut, dia menyatakan bukan tangki utama berbahan bakar roket.

”Ini seperti tangki untuk menyimpan helium,” katanya. Alumnus ITB itu menyampaikan, helium tersebut bukan bahan bakar, bukan sesuatu yang mudah bereaksi, dan tidak mudah meledak. Akan tetapi, helium itu digunakan sebagai   sistem pendingin roket.

”Di luar angkasa banyak benda seperti itu. Benda sisa-sisa roket peluncur satelit dan satelit yang sudah tak terpakai. Istilahnya sampah luar angkasa yang disebut sampah antariksa,” katanya.

Salah satu benda mirip radiator itu merupakan bagian sistem kontrol roket. Benda tersebut jatuh karena orbitnya rendah dan ada hambatan udara. Lama-kelamaan pasti jatuh. Lokasinya jatuh, bergantung pada lintasan. Dia menambahkan, benda-benda itu akan dibawa ke Bandung. Sebelumnya, pihaknya berkoordinasi dengan beberapa pihak. ”Insya Allah tidak berbahaya,” pungkasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • pilkades suwaan