Sumenep|9 April 2013 4:45 am

Puluhan Gapoktan Gagal Dapat PUAP

Enam Gapoktan Tak Dicairkan

KOTA-Puluhan gabungan kelompok tani (gapoktan) di Sumenep gagal mendapat bantuan dana program pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP) 2013. Kegagalan gapoktan lantaran tidak memenuhi syarat. Dari 63 gapoktandes yang mengajukan, cuma 16 gapoktan yang layak memperoleh dana PUAP dari Kementan RI itu. Kabid Agribisnis Disperta Sumenep A. Hafi mengatakan, tiap gapoktan yang mengajukan, dikirim ke pemerintah pusat. Lalu, diverifi kasi oleh tim Disperta Sumenep. Kemudian ditinjau ke lokasi.

Nah, hasil peninjauan ke lokasi itu baru ditentukan gapoktan yang berhak dan tidak. ”Tentunya, mengacu sejauh mana keaktifan poktan menjalankan program,” jelasnya. Hafi menjelaskan, pengukuhan dari kepala desa terhadap keberadaan gapoktan jadi salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi. Syarat wajib harus dipenuhi untuk memperoleh bantuan PUAP. Dari sekian gapoktan, ternyata hanya 16 gapoktan yang bisa mendapatkan program PUAP. ”Pengajuan dihentikan kalau memasuki akhir tahun,” papar Hafi .

    

Dijelaskan, setiap gapoktan mendapat dana PUAP Rp 100 juta. Dari 16 gapoktan, masih 11 gapoktan yang sudah menerima dana PUAP melalui rekening masing-masing. Sisanya lima gapoktan menyusul. Sebab, masih diseleksi lagi. Total dana PUAP untuk gapoktan di Sumenep mencapai Rp 1,6 miliar. Apakah dana PUAP 2012 sudah cair semua? Hafi mengaku ada enam gapoktandes yang belum dicairkan.

Penyebabnya, di enam desa tersebut sedang persiapan pilkades. Itu sudah menjadi kesepakatan dengan mereka untuk mencairkan dana setelah pilkades. ”Tidak masalah. Sebab, itu sudah kesepakatan poktan,” terang Hafi . Terpisah, anggota Komisi B DPRD Sumenep Suroyo mengatakan, penggunaan dana PUAP harus maksimal. Sehingga, program itu tidak dinikmati oleh segelintir pengurus poktan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh semua anggotanya. (radar)

Berita yang terkait :

  • KOTA-Bantuan dana hibah berupa program pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP) harus tepat sasaran.  Untuk itu, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Sumenep kemarin (12/12) menggelar rapat koordinasi (rakor) di kantor disperta. Peserta rakor terdiri dari ...

  • KOTA-Sejak diluncurkan pada tahun 2008, program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) tak berhasil dinikmati petani di Bangkalan secara menyeluruh. Dari total 281 gabungan kelompok tani (gapoktan) di Bangkalan, masih ada yang belum kecipratan program tersebut. Hi ...

  • KOTA-Tahun ini. bantuan bibit tanaman pertanian melalui program sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) tidak gratis lagi. Pemerintah memotong subsidi pengadaan bibit untuk petani melalui program tersebut. Petani tidak bisa lagi mendap- atkan bibit secara ...

  • KOTA-Sekitar sepuluh warga Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, mendatangi Mapolres Sampang kemarin (16/10). Mereka menanyakan kasus dugaan penyelewengan dana pengembangan usaha agri-bisnis perdesaan (PUAP) 2011 yang ada di desa mereka.  Selain menanyakan perkembangan kasu ...

  • Tuntut Tersangka Lain Ditangkap KOTA-Tak terima bagian keluargamu dijadikan tersangka, keluarga Adawi tersangka dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) mendatangi kejaksaan negeri (kejari) kemarin (3/3). Mereka menuntut tersa ...

Komentar

Comments

Tag:
  • Share this post:
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg