Polisi Ringkus Pengedar Narkoba

Amankan BB 16 Gram Sabu-Sabu

MASALEMBU – Mahfud, 45, warga Desa Blaban, Kecamatan  Batumarmar, Pamekasan, harus berurusan dengan aparat penegak  hukum. Pria tersebut ditangkap anggota Polsek Masalembu karena membawa narkoba jenis  sabu-sabu (SS) seberat 16,86  gram Sabtu (28/11).

Mahfud-menjalani-pemeriksaan-di-Mapolsek-Masalembu-sebelum-dilimpahkan-ke-mapolres.

Sumber Jawa Pos Radar Madura menyebutkan, penangkapan itu berawal saat Mahfud turun dari  Kapal Perintis Maumere 1. Kapal tersebut baru berlabuh setelah  menempuh perjalanan dari Surabaya.  Sampai di Pelabuhan Masalembu,  dia dijemput Fauzi, 35,  dan Ismail, 38, yang merupakan  warga setempat.

Kemudian, mereka keluar dari pelabuhan dengan  mengendarai sepeda motor.  Saat keluar dari pelabuhan, mereka berpapasan dengan anggota yang sedang berpatroli. Saat itu Mahfud terlihat gugup. Karena menunjukkan gerak-gerik mencurigakan, bapak dua anak  tersebut dipanggil oleh anggota  di sekitar agen penyaluran minyak  dan solar (APMS).

Di tempat itu, polisi melakukan pemeriksaan. Petugas berhasil menemukan sembilan plastik klip kecil berisi total 16, 86 gram SS. Barang bukti (BB) itu ditemukan dalam saku jaket yang bersangkutan. Ditengarai,  barang haram tersebut hendak diedarkan di Masalembu.

Selain itu, anggota polsek  mengamankan alat isap sebagai  BB. Di benda itu masih terdapat sisa SS. Sepeda motor Honda Supra tanpa pelat nomor juga  ikut disita. ”Dia membonceng  dua orang asli Masalembu. Tapi, hanya Mahfud yang terbukti memiliki SS,” terang Kasubbaghumas  Polres Sumenep AKP  Hasanudin kemarin (29/11).

Karena itu, petugas hanya menahan dan menetapkan Mahfud  sebagai tersangka. Sementara  Fauzi dan Ismail dibiarkan bebas  lantaran tidak terbukti memiliki  SS. Hasan menyatakan, sebenarnya  pria itu menjadi incaran  petugas sejak lama.

Selama  ini, dia sering menjual barang haram tersebut ke pulau terluar  di Sumenep itu.  Mantan Kapolsek Manding tersebut menjelaskan, setelah sempat mendekam di Polsek Masalembu, Mahfud ditahan di mapolres kemarin.

Kasus itu kemudian ditangani satnarkoba polres.  Atas kepemilikan narkoba itu,  tersangka dijerat pasal 114 ayat  (2) subsider pasal 112 ayat (2)  UU 35/2009 tentang Narkotika.  Dia diancam hukuman enam  tahun dan maksimal 20 tahun  penjara.

”Kami dalami asal barang yang dibawa pelaku.  Nantinya akan koordinasi dengan  polres jajaran jika barang  dipasok dari Pamekasan,” pungkasnya. (radar)