Petani Garam Berencana Datang ke Jakarta

Satu Komitmen Tolak Permendag

KOTA – Terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang Pengaturan Impor Garam ditanggapi serius oleh petani di Sumenep. Dalam rangka menolak peraturan tersebut, sejumlah petani mulai melakukan konsolidasi.

Seorang-petani-garam-di--Dusun--Panggung,--Desa--Karanganyar,--Kecamatan--Kalianget,--berada--di-dekat--garam-yang---ditutupi-terpal-kemarin.

Petani menyebut, terbitnya peraturan itu akan semakin menyengsarakan nasib petani garam. Ketua Peguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep (Perras) Hasan Basri menegaskan, petani saat ini sedang menyiapkan konsep. Sebab,  dalam waktu dekat petani berencana  mendatangi sejumlah instansi pemerintah   di Sumenep.

Sejumlah instansi yang akan didatangi antara lain, kantor bupati,   DPRD, dan instansi terkait seperti dinas perdagangan (disperindag) serta dinas kelautan dan perikanan (DKP).  Pemkab diminta menyampaikan aspirasi petani garam kepada pemerintah pusat bahwa peraturan itu akan  menyengsarakan petani.

Ada beberapa poin dalam Permendag  Nomor 125/M-DAG/PER/12/2015 yang dinilai merugikan warga. Antara lain, tidak diaturnya harga jual garam, perusahaan tidak  diwajibkan menyerap garam rakyat,  dan tidak adanya pengaturan waktu  impor.

”Target kami,  permendagri  tersebut direvisi atau dikembalikan  ke peraturan sebelumnya,” katanya.  Bila gerakan lewat pemkab tidak direspons, lanjut Hasan, dirinya  bersama jajaran petani garam di  Madura akan datang ke Jakarta.  Aspirasi itu akan disampaikan  langsung kepada pihak terkait.

”Kami sudah berkoordinasi dengan para petani se-Madura, mereka  satu komitmen menolak peraturan itu,” tuturnya. Terpisah, Kepala Disperindag Sumenep Saiful Bahri mengatakan, pihaknya belum dapat tembusan terkait peraturan baru itu. Dengan  demikian, pihaknya tidak bisa  mengambil tindakan.

”Baru dengar dari media. Lagi pula peraturan tersebut belum diberlakukan,” ujarnya. Ditanya terkait rencana petani untuk datang ke instansinya, dia mempersilakan. Segala masukan akan  diterima. Kemudian akan dikaji untuk  dicarikan solusi. Namun, hingga  kemarin, pihaknya belum mendapat  tembusan terkait rencana pengaduan dari petani garam itu. (radar)