Pengadilan Tipikor Panggil 45 Saksi

Kasus Raskin Lapa Laok

DUNGKEK – Proses hukum  dugaan korupsi bantuan beras  untuk masyarakat miskin (raskin) Desa Lapa Laok, Kecamatan  Dungkek, terus bergulir.  Kini kasus yang menjerat Kades  Abd. Su’ud sebagai tersangka itu masuk babak persidangan.  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi   (Tipikor) Surabaya bakal memanggil 45 saksi.

Para-saksi-kasus-korupsi-raskin-Desa-Lapa-Laok,-Kecamatan-Dungkek-beberapa-waktu-lalu.

Sumber Jawa Pos Radar Madura menyebutkan, sidang  kedua berlangsung Kamis (17/12) pekan lalu. Sidang pukul 17.00-19.00 itu dengan agenda pemeriksaan saksisaksi.  Saat itu tujuh orang saksi memberikan keterangan.

Sebenarnya, saat itu sepuluh  orang yang dipanggil. Namun,  dua diantaranya berhalangan  hadir. Empat saksi dari pelapor, yakni Jupri, Sahnan, Abd. Asis, dan Sarwini. Sementara saksi  dari pihak tersangka masing-masing Munip, Sono, dan  Rahwani.

Mereka sama-sama masuk dalam daftar penerima manfaat (DPM) raskin.  Saksi yang dihadirkan tersangka mengaku menerima raskin dengan cara dibagi rata. Pembagian  itu merupakan ketentuan Kades sebelum Su’ud menjabat.

Setiap penerima hanya diberikan raskin lima kilogram atau  satu sak dibagi tiga. Sementara itu, Jupri mengaku tidak pernah menerima raskin  selama 2014. Padahal, ketika dikroscek ke gudang Bulog Kalianget, jatah raskin Desa Lapa Laok ditebus semua.

Namun, tidak semua rumah tangga sasaran penerima manfaat  (RTSPM) mendapatkan bantuan itu. ”Tentu ada yang menggelapkan raskin jatah masyarakat miskin itu,” paparnya  kemarin (19/12).   Pria 44 tahun itu mengaku tidak tahu kesepakatan pembagian  raskin secara merata di desanya.

Sebab, Jupri memang tidak pernah  menerima beras jatah. Kasipidsus Kejari Sumenep Agus Subagya mengemukakan, pemeriksaan saksi telah dimulai. Para saksi menyampaikan  keterangan sesuai dengan yang   mereka ketahui.

”Ada yang menyampaikan keterangan  bahwa menerima raskin secara   merata. Ada yang mengaku tidak pernah menerima sama sekali,” ungkapnya. Agenda sidang kedua itu mendengarkan keterangan saksi. Sepuluh 10 saksi yang dipanggil penyidik. Namun, ketika  sidang, hanya tujuh orang yang memenuhi panggilan.

Secara keseluruhan, pengadilan akan memanggil  45 saksi. Mereka akan   diundang secara bergiliran. Untuk diketahui, kasus raskin Lapa Laok dilaporkan warga ke  kejaksaan Agustus 2014 lalu.  Hasil penelusuran penyidik,  distribusi raskin bermasalah.

Ada yang hanya menerima tiga kali setahun. Dalam kasus itu, Kades Lapa Laok Abd. Su’ud selaku  tim raskin desa ditetapkan  sebagai tersangka. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • video raskin lapalaok dungkek