Pemerintah Larang CJH Cilik

KOTA – Syarat pendaftaran haji diperketat. Jika sebelumnya anak kecil boleh menunaikan ibadah haji, sekarang pemerintah memberi batasan usia. Minimal 12  tahun baru bisa mendaftar. Demikian diungkapkan Kasi Haji dan Umrah Kankemenag  Sumenep Abd. Aziz kemarin  (21/9).

Dia mengatakan, Kemenag mengeluarkan regulasi baru. Yakni, Peraturan Menteri Agama  (PMA) Nomor 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. Di dalam regulasi baru itu diatur usia minimal untuk mendaftar haji 12 tahun. Kemudian, usia minimal menunaikan rukun Islam kelima itu  yakni 18 tahun.

”Peraturan menteri  ini resmi diberlakukan,” katanya. Aturan  itu bertujuan memberikan kesempatan bagi orang dewasa. Sebelum ada regulasi  tersebut, banyak di antara jamaah  yang membawa anaknya menunaikan ibadah haji. Akibatnya, banyak calon jamaah haji (CJH) memprotes. Sebab, anak-anak itu mengurangi kuota.

”Warga banyak yang protes. Masak anak-anak sudah berangkat haji?” katanya. Mengenai waktu tunggu,  masyarakat harus menunggu 24 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Lamanya waktu  tunggu itu mendesak pemerintah untuk mengutamakan usia lanjut.

”Memang cukup lama. Tapi, bagaimana lagi? Itu sudah disesuaikan dengan kuota,” ujarnya. Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Fathorrozi meminta regulasi baru itu segera disosialisasikan. Tidak hanya di daratan, masyarakat kepulauan juga harus  memahami aturan. Dengan demikian, tidak ada lagi warga yang mendaftarkan anak di bawah 12 tahun.

”Jangan anggap sepele  urusan ini,” tegasnya.  Dia berharap, penyelenggaraan haji di Sumenep semakin baik. Tidak ada kendala apa pun yang  dihadapi. Diupayakan, kabupaten  ujung timur Madura itu mendapat tambahan kuota. Dengan begitu, kursi cadangan bisa dipakai. Mengingat, masa tunggunya terbilang lama. ”Kasihan orang yang sudah lanjut usia  kalau menunggu hingga puluhan  tahun,” tandasnya. (radar)