Pangkalan Elpiji Numpuk di Kota

Pinggiran dan Kepulauan Terabaikan

KOTA – Jumlah pangkalan liquefied petroleum gas (LPG/elpiji) di Sumenep cukup banyak, tapi tidak merata. Pangkalan  elpiji mayoritas ada di  wilayah kota. Sementara di  wilayah kecamatan pinggiran, pangkalan elpiji terbatas.

Sejumlah-pekerja-hendak-menaikkan-elpiji-3-kg-ke-perahu-di-Pelabuhan-Gersik-Putih,-Selasa.

Kabag Perekonomian Setkab Sumenep Mohammad Hanafi menjelaskan, jumlah pangkalan elpiji di wilayah kota sudah melebihi kebutuhan.  Berdasarkan data yang ada di bagian perekonomian, di Kecamatan Kota Sumenepada 200 pangkalan.

Menyikapi itu, Hanafi mengaku telah meminta kepada Pertamina untuk memberlakukan pemerataan pangkalan   elpiji. Opsi yang disampaikan kepada Pertamina di antaranya, pengurusan izin pangkalan harus diprioritaskan ke wilayah pinggiran. Seperti Kecamatan Pasongsongan, Guluk-Guluk, dan kecamatan  pinggiran yang lain.

Selain itu, pangkalan yang menumpuk di wilayah perkotaan  diminta direlokasi ke  wilayah pelosok yang lebih membutuhkan. Dengan cara itu, akan terjadi pemerataan. ”Kalau memang di kota tidak  ingin dipindah, sebaiknya pengajuan untuk wilayah kota  ditutup,” terangnya.

Keberadaan pangkalan elpiji di sebuah kecamatan sangat penting. Sebab, pangkalan bisa ikut menjaga stabilitas harga elpiji.  Anggota DPRD Sumenep Mukhlis mengatakan, pemerataan pangkalan elpiji  wajib sifatnya. Sebab, Sumenep bukan hanya kecamatan  kota.

Warga yang ada di  kecamatan pinggiran dan  kepulauan juga bagian dari  Sumenep.  ”Seharusnya agen dan pangkalan elpiji ditata  dengan baik,” katanya. Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, selama ini warga kepulauan membeli elpiji ke Sumenep daratan.

Akibatnya, harga elpiji ukuran 3 kilogram (kg) lebih mahal. Bahkan, lebih tinggi dari harga eceran ter tinggi (HET). Sebab, harga elpiji di  kepulauan diakumulasikan  dengan biaya transportasi. Menurut Mukhlis, jika di masing- masing pulau ada agen  dan pangkalan elpiji, warga  tidak perlu ke kota. Apalagi jika elpiji untuk ke pulauan bisa langsung dikirim oleh Pertamina.

”Pemerintah harus proaktif mendesak Pertamina agar elpiji langsung dikirim ke kepulauan,” sarannya. (radar)