Nilai Pengembangan Gili Labak Lambat

TALANGO – Potensi Pulau Gili Labak menggaet wisatawan tinggi. Namun, kekayaan alam tersebut belum dikelola dengan baik. Wakil rakyat menilai, pengembangan yang bakal dilakukan pemerintah terkesan lambat. Penilaian tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep Moh. Imran kemarin (9/4).

Dia mengatakan, pengunjung pulau di Desa Kombang, Kecamatan Talango, itu melimpah. Berdasar pengamatan, volume  wisatawan mulai berkurang. Hingga saat ini, pemerintah belum mengembangkan apa
pun di pulau tersebut. Menurut dia, pembangunan destinasi wisata itu sebatas rencana.

”Kesannya  lambat,” katanya. Pria asal kepulauan itu khawatir, wisatawan tidak lagi gemar berkunjung. Akibatnya, dana  yang dikeluarkan pemerintah mubazir. Dia meminta instansi terkait mencari solusi sembari menunggu anggaran. Misalnya, kata dia, memperbaiki sistem transportasi menuju Gili Labak.

Kemudian, menerjunkan tenaga kebersihan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Upaya sederhana itu tidak perlu anggaran banyak. Namun, hal tersebut sangat berpengaruh mengantisipasi pengunjung agar tidak jenuh. Politikus Partai Hanura itu menyatakan, legislatif jangan menunggu anggaran besar untuk pembangunan.

Upaya tersebut harus dimulai dari hal kecil yang berdampak pada kenyamanan pengunjung. Kabid Kebudayaan dan Pariwisata  Disbudparpora Sumenep Sukaryo menjelaskan, pengembangan destinasi wisata itu butuh  proses. Pemkab tidak memiliki anggaran banyak.

Saat ini upaya menjaga kebersihan dan pembangunan tambat labuh mini dilakukan pemerintah desa. Mengingat, pengelolaan pulau tersebut ditangani desa. Menurut Karyo, pengembangan pulau itu justru prematur. Sebab, lokasi wisata tersebut baru dikenalkan kepada publik pada 2014.

”Mari sama-sama mendukung. Bukan hanya Gili Labak, lokasi wisata lain yang berpotensi besar, ayo kita kembangkan,” ajaknya. (radar)