Mobdin Camat Digondol Maling

Saat Digunakan dalam Acara Keluarga

MANDING – Pelaku tindak kriminalitas tidak pilih-pilih dalam melancarkan aksinya. Mobil dinas (mobdin)  camat Manding raib dibawa  kabur pencuri di Ponorogo Senin  (8/2). Saat itu, Camat Sunaryanto
berkunjung ke rumah orang tuanya.

Pencurian-Mobil-dinas-Camat-Manding-Sunaryanto

Informasi yang dihimpun Jawa Pos  Radar Madura (JPRM), Sunaryanto  berangkat bersama keluarganya Jumat  (5/2). Mereka sampai di rumah orang tuanya di Desa Kutu Kulon,  Kecamatan Jetis, Ponorogo, Sabtu  (6/2). Mereka mengendarai mobil Isuzu Panther biru M 1196 VP.

Kendaraan dinas itu diparkir di halaman  rumah peninggalan Robingah, orang tuanya. Dua hari kemudian, sekitar pukul 05.00, mobil itu sudah  tidak ada. Padahal, pada pukul 03.30  mobil itu masih ada di posisi semula.  ”Saat kejadian kami sedang tidur,”  terang Sunaryanto kemarin (9/2).

Melihat mobil itu tidak ada, dia melapor ke Polsek Jetis. Hingga kemarin keberadaan mobil itu belum diketahui. Pihaknya masih menunggu  perkembangan dari polisi. ”Kami masih berkomunikasi dengan polisi   Ponorogo,” katanya.

Selain ke aparat penegak hukum, dia juga menyampaikan informasi ke pemkab. Surat laporan resmi kehilangan Panther jenis turbo itu sudah disampaikan ke Sekkab Hadi Soetarto. ”Nanti biar ditindaklanjuti oleh DPPKA dan  inspektorat,” tuturnya.

Sunaryanto menyatakan, kepergian ke Ponorogo untuk berpamitan  ke keluarga di sana. Sebab, Maret mendatang pria asli Ponorogo itu  akan melaksanakan ibadah umrah.  ”Mumpung libur, saya sempatkan pamitan kepada kerabat di Ponorogo,” akunya.

Kasubbaghumas Polres Sumenep  AKP Hasanuddin membenarkan  kasus itu. Dirinya juga mendapat informasi kehilangan mobil keluaran 2007 itu. Dugaan sementara,  mobil itu hilang dicuri maling. Lebih detail, pihaknya menunggu hasil penyelidikan  Polres Ponorogo.

”Kami  masih menunggu informasi lebih  lanjut,” terangnya. Sementara itu, Hadi Soetarto belum  bisa dimintai keterangan. Begitu juga dengan Didik Untung Samsidi selaku kepala DPPKA. Mereka belum menanggapi permintaan konfirmasi koran ini. (radar)