Laporkan Kades Se-Kecamatan Talango

Dugaan Penyelewengan Bantuan Rastra 2015

TALANGO – Bantuan beras untuk keluarga sejahtera (rastra) bakal menjadi bola panas di Pulau Poteran. Semua kepala desa  (Kades) se-Kecamatan Talango dilaporkan ke kejaksaan negeri (kejari). Mereka diseret
atas dugaan penyelewengan rastra.

Warga-melintas-di-halaman-Kantor-Kejari-Sumenep-kemarin.

Laporan itu dilayangkan Lidik Hukum dan HAM ke Kejari Sumenep kemarin (8/3). Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  ini melaporkan dugaan penyelewengan rastra 2015. Sebab, bantuan itu tidak diberikan secara utuh kepada rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM).

Aktivis LSM Lidik Hukum dan HAM A. Efendi mengatakan, laporan itu bermula saat salah satu masyarakat Desa Poteran  melaporkan Kades-nya. Laporan itu seputar dugaan penyelewengan rastra. Kemudian  dia berinisiatif melakukan investigasi.  Dia yakin, penyelewengan rastra itu tidak hanya dilakukan satu Kades.

Masalah tersebut diyakini melibatkan mayoritas Kades di Kecamatan Talango. Prediksi itu semakin kuat setelah investigasi selesai. Seluruh Kades melakukan perbuatan yang sama. Fendi mengungkapkan, bantuan memang diberikan kepada masyarakat.  Namun, dalam praktiknya tidak sesuai ketentuan pemerintah.

Perangkat desa membagikan  rastra sebanyak 3 kilogram setiap bulan. Padahal, jatah yang harus dibagikan 15 kilogram. ”Alhamdulillah semua Kades  sudah kami laporkan,” katanya.  Dia melaporkan Kades Talango, Gapurana, dan Essang. Selain itu, Kades Kombang, Padike, Cabbiya, dan  Palasa.

Sementara Kades Poteran sudah dilaporkan beberapa waktu lalu. Saat ini kasusnya sudah tingkat penyidikan. Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Talango  Karsono mengaku sudah mengetahui informasi pelaporan itu. Namun, dia enggan berkomentar banyak.

”Iya, nanti saja,” kelitnya. Kasi Pidsus Kejari Sumenep Agus Subagya mengapresiasi dan berterima kasih kepada  masyarakat yang berpartisipasi membantu penegakkan hukum. ”Pasti akan kami proses,” janjinya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • gaji perangkat desa se madura