Lagi, Demam Berdarah Renggut Nyawa Balita

KOTA – Demam berdarah dengue (DBD) di Sumenep kian meresahkan. Dalam kurun waktu tiga hari, jumlah  penderita bertambah 28 orang. Seorang  anak di bawah lima tahun (balita) dinyatakan meninggal akibat serangan  nyamuk Aedes aegypti itu.

Penderita-DBD-menjalani-pemeriksaan-di-RSUD-Dr-H-Moh.-Anwar-Sumenep-kemarin

Kepala Dinkes Sumenep A. Fatoni mengungkapkan, pasien DBD hingga kemarin (1/3) berjumlah 314 penderita. Dari ratusan penderita itu, tiga diantaranya, meninggal dunia. ”Yang meninggal tambah  satu lagi, sehingga jadi tiga orang,” katanya tanpa menyebut identitas korban.

Fatoni menyatakan, penyakit yang satu ini sulit diprediksi. Masyarakat diimbau agar selalu waspada dengan diminta mengurangi potensi penyebaran nyamuk penyebar virus mematikan itu. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan.

”Usahakan saat istirahat gunakan obat anti nyamuk,” sarannya. Sejauh ini pihaknya telah merespons tingginya penderita. Petugas terus mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pengasapan (fogging) dan  pemberian serbuk abate. Jika ada gejala  terjangkit penyakit, masyarakat harus segera  memeriksakan ke dokter.

”Yang sering terjadi, kalau demam biasa dirawat di rumah. Baru ketika parah, tergesa-gesa dilarikan ke puskesmas atau rumah sakit,” tambahnya. Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Rozah Ardhi Kuatsar mengaku prihatin dengan banyaknya penderita DBD. Dia mendesak  dinkes untuk terus melakukan penanggulangan.  

”Alat fogging di puskesmas itu difungsikan. Ketika ada korban DBD, cepat   lakukan pengasapan,” pintanya. Melalui cara itu, lanjut politikus Partai Nasdem itu, penyebaran nyamuk mematikan itu berkurang. ”Jangan menunggu permintaan  dari warga. Daerah mana saja yang rawan itu di-fogging,” ucapnya. (radar)