Kiai Teladan dan Tunas Mawar di Madura

RIBUAN orang tumplek bleg di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Mereka terdiri dari santri, alumni, tokoh, dan masyarakat umum.  Antara lain, mantan bupati Sumenep  dua periode KH Ramdlan Siraj, mantan Ketua DPRD KH Imam  Hasyim, dan sejumlah tokoh lain.

Ribuan-warga-mengantarkan-jenazah-Pimpinan-sekaligus-Pengasuh-PP-Al-Amien-Prenduan-KH-Maktum-Jauhari-kemarin

Turut hadir pasangan calon bupati dan wakil bupati A. Busyro Karim–Achmad Fauzi.  Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, Kiai Maktum lahir di Sumenep,  14 Mei 1958. Kiai Maktum menempuh  pendidikan dasar di MI Al-Washliyah Prenduan.

Selanjutnya, melanjutkan pendidikan ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) hingga tamat pendidikan setingkat SMA. Setelah itu, adik kandung Almarhum Kiai Idris Jauhari itu melanjutkan pendidikannya  ke Universitas Islam Madinah,  Saudi Arabia, untuk mendapatkan  gelar S-1.

Kemudian, melanjutkan pendidikan S-2 di Universitas Al-Azhar,  Kairo, Mesir, hingga lulus pada 1990. Semasa hidupnya, Kiai Maktum aktif   dalam berbagai organisasi. Antara lain,  pernah menjabat sebagai sekretaris Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI)  Madinah dan ketua Ikatan Keluarga  Pondok Modern (IKPM) Kairo.

Selain   itu, Kiai Maktum juga menjadi salah  satu deklarator Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Malang dan masih banyak organisasi lain yang   diikuti almarhum. Di internal pondok, Kiai Maktum pernah menjabat sebagai direktur  Pusat Studi Islam (Pusdilam) Al-Amien  Prenduan.

Selain itu, menjadi rektor  Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien(IDIA) Prenduan. Terakhir, kiai enam anak itu menjadi pimpinan sekaligus pengasuh PP Al-Amien Prenduan. Salah satu anggota majelis kiai PP Al- Amien Prenduan KH Ach. Fauzi Rasul di hadapan ribuan pentakziah menyatakan, Kiai Maktum merupakan sosok kiai yang patut diteladani.

Bahkan, kata  dia, seorang pengasuh PMDG sempat  menyatakan bahwa Kiai Maktum  adalah salah satu tunas mawar PMDG yang mekar di Madura. Pada kesempatan itu KH Ach.  Fauzi   asul juga menyampaikan perubahan  struktur kepengurusan yang baru.

Berdasarkan hasil rapat majelis  kiai, posisi Kiai Maktum diganti oleh   KH Ahmad Fauzi Tidjani yang sebelumnya menjadi wakil pengasuh.  Sementara wakil pengasuh diganti   oleh KH Ghozi Mubarok. Proses pemakaman kemarin juga dihadiri Pimpinan PMDG, Ponorogo, KH Hasan Abdullah Sahal.

Dia mengingatkan agar penerus PP Al-Amien Prenduan harus selalu menjaga kekompakan. Itu bisa terwujud dengan cara menghilangkan sifat- sifat egoisme,  ngin menang sendiri, merasa paling pintar, dan ingin muncul sendiri. Selain itu, kata dia, dalam mengambil  keputusan sekecil apa pun harus  dilakukan musyawarah.

Dengan demikian, kekompakan akan tetap   terjalin seperti yang telah ditunjukkan  para pendahulunya. Dia juga berpesan agar di tangan generasi selanjutnya, PP Al-Amien Prenduan lebih maju. ”Untuk  itu, dibutuhkan orang-orang yang  berkualitas,” terangnya. (radar)