Kejari Sumenep Tetapkan Kades Poteran Sebagai Tersangka

Empat Kali Mangkir Panggilan Kejari

KOTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep tidak main-main  mengusut dugaan korupsi bantuan beras untuk masyarakat  miskin (raskin) di Desa Poteran, Kecamatan Talango. Sejak Selasa (27/9), Korps Adhyaksa resmi menetapkan Suparman selaku  kepala desa (Kades) sebagai   tersangka.

Penetapan itu dilakukan setelah Suparman empat kali tidak memenuhi panggilan alias mangkir. Setiap kejari melayangkan surat pemanggilan, dia tidak memberikan alasan jelas. Kasi Intel Kejari Sumenep Rahadian Wisnu mengatakan, status saksi Kades Poteran Suparman naik jadi tersangka.

Namun, penyidik belum menahan yang bersangkutan. Pertimbangannya, akan dirapatkan untuk menentukan langkah berikutnya.  ”Sebenarnya, Selasa kemarin  ada jadwal pemanggilan terhadap yang bersangkutan. Namun,  ditunggu hingga pukul 16.30, tersangka tidak kunjung datang,” ungkapnya kemarin (28/9).

Wisnu menyampaikan, sejak pemanggilan sebagai saksi, Suparman terkesan tidak kooperatif. Padahal, kata dia, seandainya terbuka, proses hukum dipastikan lebih cepat. Ketidak kooperatifan Suparman merugikan diri sendiri. ”Ini kan tambah lama. Sementara, jika tetap tidak mengindahkan, yang bersangkutan tidak bisa lepas dari proses hukum yang melilitnya,” ujarnya.

Karena itu, langkah yang akan diambil kejaksaan adalah menunggu tim penyidik untuk menentukan sikap dalam perkara yang bergulir sejak 2014  itu. ”Tunggu sajalah perkembangannya. Semoga saja Kades Poteran hadir memenuhi panggilan kami,” ucap Wisnu.

Sementara itu, Suparman berdalih masih berada di luar kota. Karena itu, dia tidak bisa memenuhi panggilan kejaksaan.  Apabila ada pemanggilan kembali, dia berjanji bakal datang.

”Masih di luar kota. Ada saudara saya yang sakit. Tapi, lain kali saya pasti hadir kok,” dalihnya. Pada 2 Januari 2014, Tito Antok, warga desa setempat, melaporkan dugaan kasus penyimpangan distribusi raskin di desanya. Dalam laporannya, bantuan beras itu hanya disalurkan 5–10 kali dalam setahun. Dia berharap, penegak hukum bisa mengungkap pihak yang bertanggung jawab. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • foto wahyu sudjoko kasi bpn sumenep