Kades Poteran dan Guluk-Guluk Kompak Mangkir

KOTA – Kepala Desa (Kades) Guluk-Guluk Moh. Ikbal dan Kades Poteran Suparman tidak kooperatif. Keduanya tidak hadir saat dipanggil penyidik guna  pemeriksaan kasus dugaan korupsi raskin di desanya. Hal itu dikemukakan Kasi  Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Rahadian Wisnu kemarin (2/9).

Wisnu menjelaskan, Suparman diminta ke kantor kejaksaan Senin (29/8). Sementara Ikbal dijadwalkan Kamis (1/9). Maksud pemanggilan adalah meminta keterangan terkait distribusi raskin di wilayahnya. Namun, hingga kemarin,  kedunya tetap mangkir.

”Sampai sekarang, belum  ada keterangan kenapa tidak datang,” katanya. Untuk Kades Poteran, terang Wisnu, sudah dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik. Padahal, jelas dia, kehadirannya sangat penting demi mempercepat proses penyidikan.

”Pilihannya, ya kami jadwal kembali. Tapi, jika tiga kali tetap mangkir tidak akan segan-segan untuk dipanggil paksa,” ujarnya.Hal itu (pemanggilan paksa) juga berlaku untuk Kades Guluk-Guluk Ikbal. Namun, kata Wisnu, untuk Guluk- Guluk baru dipanggil sekali. Dengan demikian, penyidik  akan melayangkan panggilan kedua.

”Seperti biasa  akan dijadwal pemanggilan yang kedua kalinya. Keterangan mereka untuk tambahan bukti,” ucapnya. Wisnu menyatakan, kasus itu masih diselidiki. Menurut dia, penyidikan dua kasus tersebut hampir tuntas. ”Tunggu sajalah perkembangan berikutnya. Perkara  korupsi itu harus ada bukti yang cukup untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka,” ujarnya.

Suparman membenarkan bahwa dirinya belum bisa memenuhi panggilan penyidik. Sebab, saat itu dirinya  berada di luar kota. ”Saya di Surabaya untuk beberapa hari ke depan. Jadi, belum bisa memenuhi panggilan kejaksaan,” tuturnya  singkat saat dikonfirmasi melalui telepon.

Untuk diketahui, kasus dugaan penyelewengan  raskin di dua desa itu naik status menjadi penyidikan. Namun, hingga saat ini, penyidik belum men etapkan tersangka. Ribuan penerima manfaat dari dua  desa telah dimintai keterangan. Selain penerima, pejabat gudang bulog, tim raskin desa, dan tim raskin kecamatan sudah dimintai keterangan. (radar)