Kades Cangkreng Diadukan ke DPRD

KOTA – Puluhan warga Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, mendatangi kantor DPRD kemarin (30/8). Mereka mengadukan kepala desa (Kades) Amin  Zali karena dianggap mencoreng nama baik desa. Aksi itu merupakan buntut dari  kasus penggerebekan rumah AH, janda asal Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Sabtu (27/8). 

Warga menilai, tindakan Amin tidak mencerminkan seorang pemimpin. Untuk itu, mereka meminta komisi I DPRD menindaklanjuti kasus tersebut. Komisi  yang menangani pemerintahan itu diminta merekomendasi instansi terkait agar kasus tersebut segera diproses.

Roli Al-Hasani, perwakilan warga, mengungkapkan, kedatangannya ke gedung parlemen merupakan puncak emosi warga. Bertamu kepada lawan jenis di tengah malam tidak pantas dilakukan Kades. Apalagi, perempuan itu berstatus janda.

”Terus terang tidak pantas lagi memimpin Desa Cangkreng. Makanya, kami datang ke dewan, mendesak komisi I agar merekomendasi  instansi terkait untuk menindak,” kata Roli. Kabar penggerebekan tersebut, jelas dia, sudah menjadi buah bibir. Bahkan, kini Desa Cangkreng tdiak kondusif. Tidak hanya itu, tindakan tersebut juga berdampak  buruk bagi generasi muda di sana.

”Kalau pemimpinnya sudah begitu (berbuat asusila), lantas bagaimana rakyatnya? Ini sama halnya dengan mengajari perilaku yang tidak baik,” ujarnya. Roli mengaku, ulah Amin merusak moralitas dan kehidupan masyarakat Desa Cangkreng yang terkenal agamais.

Dengan  demikian, warga setempat meminta Amin segera turun dari jabatannya. Pihaknya  berjanji akan mengawal pelanggaran etika  itu hingga tuntas. Warga Dusun Pocang tersebut menambahkan, pihaknya berharap para wakil rakyat mau mendengarkan keresahan masyarakat. Selain itu, banyak perilaku Kades yang dinilai tidak prorakyat.

”Apalagi, para anggota dewan ini adalah wakil rakyat kami,” imbuh Roli. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Sebab, wakil rakyat tidak bisa menindak hal-hal yang berkenaan dengan pelanggaran etika.

”Kami  tampung dulu apa yang menjadi keresahan warga. Yang jelas, kami merespons  baik,” ucapnya. Politikus PKB itu berharap, masyarakat Cangkreng melengkapi tuduhan dengan bukti-bukti kuat. Khususnya, yang menyangkut tindak asusila. Hamid khawatir,  kabar itu hanya fitnah dan memiliki unsur  politis.

”Tapi, atas laporan ini, kami akan menindaklanjuti,” tegasnya. Sebagaimana diberitakan, Amin tepergok warga Desa Saroka saat bertamu ke  rumah janda berinisial AH pada pukul 23.00 Sabtu (27/8). Warga Dusun Maraan,  RT 15, RW 04, Desa Saroka, itu curiga terjadi tindak amoral.

Ketika dihubungi koran ini, Amin membenarkan bahwa dirinya didatangi ketua RT dan warga. Namun, dia tidak terima jika dituduh macam-macam. Apalagi, dicurigai punya hubungan spesial dengan AH. ”Kami di sana tidak sendirian. Kami bertamu di teras. Lagi pula, saat itu banyak keluarganya,” terang dia.

Amin mengakui, selama ini banyak yang mengawasi gerak-geriknya. ”Yang jelas, kabar di tengah masyarakat itu tidak benar.  Siapa saja orang-orang yang menfitnah  kami,  lihat saja nanti,” ancamnya. (radar)