Headline News:

Harga Garam Membaik, Petani Belum Sejahtera

hargaaaaKOTA-Meskipun sudah di sepakati oleh produsen, penyuplai, dan pembeli yang dimediatori oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep beberapa waktu lalu. Namun, harga per ton garam masih lebih rendah dari harga kesepakatan tersebut. Bahkan, belum memihak pada kesejahteraan petani garam. Untuk diketahui, patokan minimum harga garam pada musim garam tahun ini sebesar Rp 325 ribu per ton untuk kualitas (kw) 1, dan Rp 270 ribu per ton untuk kw 2.


Sementara untuk garam umum, yaitu Rp 260 ribu per ton. Namun, harga saat ini kw 1 Rp 310 ribu per ton, kw 2 Rp 275 ribu per ton, dan untuk garam umum yaitu Rp 250 per ton. ltu pun masih dikurangi biaya transportasi, pekerja, dan refaksi (potongan harga). Hasan, ketua Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep (Pertas) mengatakan. sepanjang pengalamannya, baru tahun ini harga garam membaik. Tahun sebelumnya, harga garam di bawah Rp 200 ribu per ton. Bahkan pada 2012, harga garam di bawah Rp 100 ribu per ton.

Hasan menjelaskan, meski harga garam dinilai lebih baik, namun dirinya menilai masih jauh dari harapan petani. Sebab, jika dianalisa dan dihitung dari hasil produksi garam selama satu musim, penghasilan petani garam tiap harinya diperkirakan Rp 20 ribu. “Penghasilan tersebut masih di bawah upah kerja yang biasa. seperti tukang yang dibayar Rp 40 ribu per hari,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, diperkirakan hasil produksi garam tiap musim mencapai 90 ton per hektare. Ahh, jika dituangkan dengan memakai harga umum Rp 250 ribu per ton secara keseluruhan mengasilkan uang Rp 22,5 juta. “Pada tiap bulannya. penghasilan petani garam yaitu Rp 3,7 juta.” terangnya. Namun, menurut Hasan, dari hasil garam yang dijual tersebut masih dibagi tiga dengan pemilik lahan. Akhirnya, sambung dia, bagian hasil panen pada tiap bulan yaitu sebesar Rp 1,2 juta “Dari penghasilan yang kurang lebih Rp 1,2 juta itu, bukanlah penghasilan satu orang saja.

Sebab, untuk lahan satu hektare digarap dengan orang lain, misalnya degan istri atau anaknya. Untuk itu, tiap orang diperkirakan berpenghasilan Rp 600 ribu per bulan untuk lahan satu hektare,” papar Hasan kemarin (13/10). Dengan penghasilan itu. menurut Hasan, petani garam dinilai belum sejahtera. Sebab, penghasilan itu masih di bawah UMK. Penghasilan petani garam diperkirakan hanya mencapai Rp 600 ribu per bulan, sedangkan UMK sebesar Rp 690 ribu.

“Tiap harinya. penghasilan petani garam kurang lebih Rp 200 ribu,” katanya. Sementara itu, jauhnya harga garam dari harapan petani juga mendapat perhatian Ketua Komisi B DPRD Sumenep Bambang Prayogi. Menurutnya, melihat harga garam yang lanang memihak petani membuat dirinya berharap agar disperindag lebih mengawal harga garamnya, dengan mencari tembusan baru dalam meningkatkan harga garam. Bambang mengatakan garam merupakan komoditas utama bagi masyarakat Sumenep selain tembakau. (radar

Komentar Anda

komentar

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com