Gelar Istighotsah untuk Pemerintah

KOTA – Nasib tenaga honorer kategori 2 (K-2) belum menemui kejelasan. Pemerintah pusat belum memutuskan untuk mengangkat mereka jadi aparatur sipil negara (ASN) atau tetap sebagai tenaga kontrak. Mereka menggelar istighotsah  dan doa bersama di Masjid At-Taqwa, Desa Parsanga, Kecamatan Kota, kemarin (25/3).

Mereka mendoakan para pemangku jabatan agar terbuka hatinya. Selama ini, honorer  K-2 mengabdi dengan upah Rp 250 per bulan. Pemerintah diharapkan memerhatikan kesejahteraan mereka. Di  Sumenep terdapat 1.766 K-2.  Perinciannya, 1.401 tenaga guru  dan 365 honorer teknis.

Ketua FHK Sumenep Abd. Rahman mengatakan, doa bersama dikhususkan untuk pemerintah pusat. Tujuannya,  pemerintah terketuk untuk  mengangkat K-2 menjadi ASN. Dia menilai, pemerintah sangat tidak memerhatikan kesejahteraan honorer.

Meski sudah puluhan tahun mengabdi, tidak ada penghargaan. Padahal, loyalitas mereka terhadap pekerjaan sudah teruji. ”Gaji Rp 250 ribu sangat tidak cukup,” ucapnya. Sebelum ada kejelasan terkait pengangkatan dari pemerintah pusat, dia berharap perhatian  pemkab ditingkatkan. Yakni,  dengan cara menambah gaji untuk para honorer.

Kepala Disdik Sumenep A.  Sadik menyatakan, untuk  kenaikan gaji sulit. Anggaran pemkab tidak cukup untuk membayar lebih honorer.  Sementara, untuk minta dana sharing ke pemprov dan pemerintah pusat tidak bisa karena gaji K-2 dibebankan pada pemerintah daerah. ”Semoga ke depan gaji K-2 bisa ditingkatkan,” harapnya. (radar)