Ditinggal Salat, Motor Raib

Polisi Belum Lakukan Penyelidikan

PRAGAAN – Apes menimpa Moh. Afifi, 27, warga Dusun Blajud, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan. Sepeda motor miliknya  digondol maling ketika diparkir di depan  Masjid At-Taqwa pada Jumat lalu (27/11).  Saat itu pemilik motor melaksanakan salat di  masjid.

Ditinggal-Salat,-Motor-Raib

Dijelaskan, pencurian bermula saat motor dengan nomor polisi (nopol) P 4809 SJ diparkir oleh Syafiq, kakak sepupu Afifi. Motor Honda Supra  X 125 itu diparkir di halaman masjid bersama  ratusan motor milik jamaah lainnya.

Ketika Syafiq keluar dari masjid, motor warna  hitam tersebut sudah tidak ada di tempat  semula. Syafiq kemudian mencari di tempat  lain karena khawatir ada yang memindahkan. Namun, pencarian itu tidak membuahkan hasil.

Motor tetap tidak ditemukan.  Setelah meyakini motor itu hilang, Syafiq  langsung melapor ke Polsek Pragaan. Kepada polisi dia menjelaskan kronologi  pencurian dan menyerahkan data motor.  ”Yang melapor saya sendiri dengan Syafiq,”  kata Afifi kemarin (28/11).

Pria yang berprofesi sebagai guru itu menduga,  awalnya pelaku mengincar motor Honda  Vario. Hal itu dikarenakan pada sepeda motor Vario ditemukan tanda-tanda perusakan pada bagian kontak. Namun karena memiliki pengamanan ganda, upaya maling gagal.

”Setelah itu pindah ke motor milik saya,” ucapnya.  Afifi berharap polisi segera mengungkap kasus pencurian motor itu. Dia juga meminta  polisi menangkap pelaku yang diduga lebih dari satu orang agar memberikan efek  jera.

”Polisi meminta BPKB (buku pemilik kendaraan berm otor) yang masih ada di  Jember,” ujarnya. Sementara itu, Kapolsek Pragaan AKP Jawali menyatakan, pihaknya  sudah menerima  laporan pencurian motor tapi belum  melakukan penyelidikan.

Alasannya, polisi belum menerima BPKB motor yang hilang. Menurutnya, berdasarkan keterangan pelapor, BPKB masih ada di rumah kerabatnya di Jember. Jika surat itu sudah diterima,  pihaknya akan melakukan penyelidikan. ”Kami masih menunggu BPKB,” katanya. (radar)