Headline News:

Direklamasi, Penambangan Batu Jalan Terus

MANDING-Meski dinyatakan dalam tahap reklamasi (perbaikan), warga penambang batu tetap saja melakukan penambangan batu di Desa Kasengan, Kecamatan Manding. Warga beralasan menggali batu merupakan satusatunya mata pencaharian. Sunawar, 52, salah seorang penambang batu asal Dusun Larangan, Desa Kasengan, mengaku tidak terlalu menghiraukan jika tempat dia bekerja dinyatakan dalam tahap reklamasi.


Apalagi menurutnya, beberapa bulan terakhir tidak ada petugas yang melarang. ”Makanya saya tetap menggali batu di sini,” ujarnya kemarin (17/3). Dengan tenang Sunawar menuturkan, selama dua hari hanya mampu mendapatkan satu pikap batu. Itu pun jika istrinya, Niwar, ikut membantunya. ”Harga satu pikap batu Rp 50 ribu. Kalau sirtu (sebutan untuk pasir batu) harganya Rp 20 ribu tiap satu pikapnya,” ujar Sunawar.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Sumenep Abd. Madjid menegaskan, tempat penambangan batu di Desa Kasengan dinyatakan dalam tahap perbaikan. Dengan begitu, tidak boleh ada kegiatan menggali batu di lokasi sebelah barat Asta Tinggi tersebut. ”Seharusnya warga tidak boleh menambang batu,” katanya. Lebih lanjut Madjid mengungkapkan, sudah berkali-kali mengimbau warga agar tidak menambang batu di Desa Kasengan. Itu karena lokasinya cukup membahayakan warga yang ada di dekat penambangan.

”Tanahnya sering longsor. Apalagi sekarang musim penghujan,” terangnya. Dikatakan, aparat penegak perda memang belum melakukan tindakan tegas pada penambang. Sejauh ini, satpol PP masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Di antaranya badan lingkungan hidup (BLH), badan pelayanan perizinan terpadu (BPPT), dan bagian perekonomian Pemkab Sumenep. (radar)

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Submit Comment

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com