Congkel Mobil PNS, Sopir Diamankan Polisi

KOTA – Sopir pekerja proyek di RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep harus berurusan dengan hukum. Pria berinisial H itu diamankan  polisi lantaran ketahuan  mencongkel mobil milik  salah seorang PNS di rumah sakit pelat merah tersebut.

Infromasi di lapangan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00. H tiba di rumah sakit mengantarkan majikannya. Saat itu dia mengendarai Mobil Honda CRV dengan nomor polisi (nopol) W 1881 ZT. Mobil silver itu diparkir berdempetan dengan mobil pelat  merah milik Kabid Pelayanan RSUD dr Moh. Anwar Tatik Kristiowati.

Sekitar pukul 09.00, pria yang mengenakan kaus merah tersebut mencongkel mobil Tatik.  Aksi tersebut diketahui Juandono, personel satpam rumah  sakit tersebut. Namun, dia  tidak bertindak dan menunggu hingga aksinya tuntas. Tidak menunggu lama, H berhasil membuka pintu belakang mobil hitam dengan nopol M 1271 VP tersebut.

H mengambil tas di jok belakang. Lalu, tas yang berisi perangkat salat itu dimasukkan ke mobil yang dikendarai. Takut kecolongan, Juandono melabrak dan mengamankan pria berkumis yang berupaya melakukan pencurian itu. Selanjutnya, pihak rumah sakit menghubungi polisi untuk memproses kasus  tersebut.

Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku dan saksi dimintai keterangan di mapolres. Direktur RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep Fitril Akbar menyatakan, kasus tersebut sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian. Dia berharap, polisi bisa mengusut  tuntas dugaan pencurian itu.

Harapannya, rumah sakit yang dipimpin aman. Mengingat, setiap waktu kendaraan milik pengantar pasien keluar masuk. ”Kejadian  seperti ini (pencurian, Red)  baru pertama terjadi,” katanya kemarin (22/9). Fitril menuturkan, keamanan di rumah sakit itu dilakukan secara ekstra.

Sekuriti berjaga di beberapa titik. Ditambah, beberapa sudut bangunan di lengkapi CCTV pengintai.  Dengan sistem pengamanan ekstra itu, dia berharap, tidak ada tindak kejahatan seperti  pencurian. Sayangnya, dugaan  upaya pencurian masih terjadi.

”Semoga tidak terjadi lagi di kemudian hari,” harapnya. Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Hasanuddin menegaskan,  polisi masih menyelidiki kasus  tersebut. Barang bukti (BB)  juga diperiksa untuk mengambil sidik jari pelaku.

Lalu, terduga dan saksi dimintai keterangan. Harapannya, dalam waktu dekat, kasus tersebut terungkap jelas. ”Untuk sementara, masih penyelidikan. Kami belum bisa berkomentar banyak,” tandasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita rsud sumenep
  • rsud dr h moh anwar sumenep