Berencana Hidupkan Bandara Masalembu

MASALEMBU – Pembangunan bandar udara (bandara) di Pulau Kangean belum jelas. Namun, pemkab telah memiliki rencana  lain. Dinas perhubungan (dishub) akan menghidupkan kembali bandara di Masalembu.  Rencana itu diungkapkan Kabid Perhubungan  Laut dan Udara (Hubla)  Dishub Sumenep M. Choroni Argoto  kemarin (15/2).

Pesawat-Airfast-di-Bandar-Udara-(Bandara)-Trunojoyo-Sumenep-kemarin.-Pemerintah-berencana-membuka-penerbangan-ke-Masalembu.

Dia mengatakan, transportasi tujuan Masalembu tidak memerlukan tambahan pesawat. Sebab, tiga armada perintis yang melayani trayek  tersebut dinilai sudah cukup.  Di kepulauan terjauh itu ada bekas  bandara yang lama tidak beroperasi  untuk kegiatan penerbangan.

Sarana dan prasarana di lapangan terbang  (lapter) itu masih memungkinkan  untuk dihidupkan kembali. Terutama, terkait ketersediaan lahan. Dengan demikian, pemkab tidak perlu susah payah melakukan pembebasan  lahan. Menurut dia, warga  setempat sangat membutuhkan pelayanan  transportasi cepat melalui  udara.

Karena itu, dia yakin rencana tersebut akan disambut baik oleh warga dan tokoh masyarakat. Argoto mengatakan, rencana tersebut akan direalisasikan jika pembangunan Bandara Kangean selesai. Hingga sekarang,  bandara di Desa Paseraman, Kecamatan  Arjasa, itu dalam tahap pembangunan.

”Nanti, secara bertahap,” katanya.  Anggota Komisi III DPRD Sumenep  M. Ramzy mengatakan, rencana itu bagus dan patut diapresiasi. Namun, dia mengingatkan agar diperhitungkan secara matang sebelum kegiatan  dimulai. Sebab, pembangunan bandara  tidak mudah. Banyak persyaratan administrasi yang perlu dipenuhi.

Dia mencontohkan bandara di Kangean yang hingga sekarang belum  selesai. Dia menyarankan dinas teknis fokus mengerjakan satu kegiatan. Jika selesai, baru dikembangkan pada pembangunan  di lokasi lain. Ramzy mengakui, bandara untuk kepulauan sangat dibutuhkan.

Selama ini masyarakat hanya mengandalkan  transportasi laut. Politikus Partai Hanura itu meminta segala keperluan dipenuhi.  ”Terutama izin dari  masyarakat setempat,” tandasnya. (radar)