Headline News:

Aset BPRS Bhakti Sumekar Terbesar Ketiga di Indonesia

Laba Capai Rp 9.91 Miliar


SUMENEP-Pertumbuhan aset PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar tahun 2012 sangat signifi kan. Hal itu membuat bank yang berlokasi di kabupaten paling timur Madura menempati posisi ketiga aset terbesar di antara BPR Syariah lainnya di Indonesia. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura aset BPRS Bhakti Sumekar dari tahun 2011 hingga tahun 2012 akhir mengalami peningkatan sebesar 30.71 persen.

Sehingga secara keseluruhan aset mencapai 228,051,015 ribu. Prestasi yang diraih BPRS Bhakti Sumekar membuat majalah infobank menobatkan BPRS Bhakti Sumekar sebagai Th e Best Sharia Finance kategori aset di atas 50 miliar dengan kinerja keuangan terbaik tahun 2012. Tidak hanya itu pada bulan Februari 2013 mendapatkan penghargaan dari Karim Business Consulting pada acara Islamic Finance Award 2013 sebagai Second Rank The Best Islamic Rural Bank kategori aset di atas Rp 100 miliar atas kinerja keuangan.

Capaian prestasi tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko dalam laporan perkembangan usaha BPRS Bhakti Sumekar per Desember 2012 pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan, tepatnya pada senin 20 Mei 2013 lalu. Laporan Keuangan yang disampaikan telah diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP) Independen Drs. Basri Hardjosumarto dan rekannya.

Berdasarkan hasil audit dinyatakan bahwa penyajian laporan keuangan dalam kategori wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, serta arus kas untuk Tahun Buku 2012. Dalam laporan tersebut disampaikan aset total PT. BPRS Bhakti Sumekar tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 30.71 persen, yaitu dari Rp 174,470,323 ribu pada tahun 2011 menjadi Rp 228,051,015 ribu.

Dikatakan, komponen kenaikan aset terlihat pada kenaikan penerimaan simpanan tabungan dan deposito, pembiayaan yang diterima dari bank lain serta tambahan modal dari pemkab yang diterima pada bulan Mei 2012 sebesar Rp 10 miliar. Kemudian, penerimaan tersebut ditransformasikan ke aset melalui pembiayaan sehingga pada posisi akhir Desember 2012 tumbuh 27,92% dari tahun 2011.

Sementara untuk dana yang dihimpun ditunjang dari sumber dana masyarakat berupa tabungan dan deposito. Kedua sumber tersebut masing-masing mengalami peningkatan. Untuk tabungan dana yang berhasil dikumpulkan melalui produk tabungan sepanjang 2012 telah mencapai Rp 26,851,330 ribu. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2011, yakni sebesar Rp 19,733,978 ribu.

Sedangkan untuk deposito, sepanjang 2012 lalu dana yang dikumpulkan mencapai Rp 34,723,154 ribu. Meningkat dari 2011 yang masih sebesar Rp 16,429,858 ribu, atau mengalami pertumbuhan sebesar 111,34 persen. Untuk mengisi kekurangan atau gap antara portofolio pembiayaan dengan dana masyarakat yang mampu dimobilisasi, digunakan dana antarbank passiva atau pinjaman dari bank umum syariah.

Pendanaan melalui antarbank passiva juga mengalami peningkatan dari jumlah awal Rp 61,236,679 ribu di tahun 2011 menjadi Rp 77,049,166 ribu, atau tumbuh 25.82 persen. Sementara untuk pembiayaan yang disalurkan juga mengalami peningkatan. Dari jumlah awal Rp 144,023,139 ribu pada tahun 2011 menjadi Rp 184,233,304 ribu pada 2012 lalu.

Peningkatan ini antara lain ditunjang oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM seiring berkembangnya kantor-kantor kas baru. Penyaluran Pembiayaan UMKM per 2012 telah tumbuh 53.14 persen, menjadi Rp 44,034,871 ribu. Sedangkan perolehan laba bersih yang diproyeksikan sampai dengan Desember tahun 2012 tercapai 93.20 % dari Rp 10,63 M terealisasi Rp 9,91 M.

Laporan yang disampaikan juga meliputi beberapa parameter Rasio Keuangan dan Tingkat Kesehatan Bank yang menilai sehat atau tidaknya sebuah lembaga perbankan yang disajikan berikut ini. Beberapa parameter rasio menunjukkan pertumbuhan cukup baik dengan rincian sebagai berikut Ratio Modal (CAR) Desember 2012 mencapai 86.32 % melebihi standar minimum 8 %.

Hal ini disebabkan sampai akhir Desember 2012 modal disetor dan cadangan-cadangan serta laba ditahan bank cukup besar bila dibandingkan dengan ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Resiko). Ratio Pembiayaan atau dikenal dengan FDR berada pada angka 85.87 %, berarti dana pihak ketiga telah tersalurkan cukup efektif pada penyaluran pembiayaan sehingga fungsi utama mediasi berjalan optimal namun liquiditas tetap terjaga.

Ratio Return on Asset atau ROA per Desember 2012 sebesar 6.24 Ratio NPF Gross Desember 2012 sebesar 2.89 % jika dibandingkan dengan periode Desember 2011 yaitu sebesar 5.67 % maka terjadi penurunan sebesar 2.78 %. Dan Ratio BOPO (Beban operasional thd pendapatan operasional) sebesar 65.92 %. Sementara tingkat kesehatan BPRS Bhakti Sumekar, berdasarkan penilaian rasio-rasio faktor yang dinilai dinyatakan sebagai bank yang sehat baik dari sisi keuangan maupun manajemen.

Dalam rangka memperluas jaringannya BPRS Bhakti Sumekar membuka kantor cabang lain tepatnya di Kabupaten Pamekasan, dijelaskan aset yang dimiliki pada akhir Desember 2012 sebesar Rp 30,63 M meningkat dari tahun sebelumnya, yakni Rp 26,51 M Selain kantor cabang BPRS Bhakti Sumekar juga memiliki 11 kantor kas yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep. Ratarata aset yang dimiliki masing-masing kantor kas adalah 2, 4 miliar.

Ke depan setiap tahun akan dibuka minimal dua kantor kas di kecamatan yang dianggap memiliki prospek. Selanjutnya dalam rangka percepatan pertumbuhan aset akan dibuka kantor cabang di luar Sumenep. Penguatan jaringan ini dilakukan untuk mendukung pelayanan di kantor cabang agar dapat bertransaksi secara online dan real time. BPRS Bhakti Sumekar juga akan memberikan pelayanan dengan menggunakan ATM baik secara mandiri maupun ATM bersama.

Sebagaimana telah dilakukan kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri melalui program Host to Host ATM BPRS/BSM sehingga ke depan nasabah BPRS Bhakti Sumekar bisa menggunakan ATM Bank Syariah Mandiri dan ATM Bank Mandiri untuk melakukan transaksi tunai maupun non tunai di seluruh jaringan ATM di Jaringan Bank Umum tersebut. Sementara untuk peningkatan kualitas SDM pada tahun 2012 telah digunakan dana pendidikan sebesar Rp 244 Juta untuk kegiatan pendidikan intern maupun ekstern.

Kegiatan yang dilakukan mengirim karyawan untuk pelatihan yang diadakan oleh bank lain, dan bekerja sama dengan konsultan dalam mengembangkan produk syariah. Pada kesempatan ini juga dibahas beberapa program yang bersifat sosial sebagai wujud tanggung jawab perusahaan terhadap kesejahteraan sosial masyarakat atau CSR (Corporate Social Responsibility) yaitu membantu antarsesama dengan harta yang dimiliki perusahaan yang juga merupakan salah satu perhatian dalam mewujudkan visi dan misi BPRS Bhakti Sumekar, yaitu ingin meningkatkan kualitas kehidupan umat.

Sumber dana CSR perusahaan berasal dari 2,5 % yang dicadangkan dari total laba bersih perusahaan dengan total penyaluran pada tahun 2012 sebesar Rp 373,371,900, Di antaranya melalui kegiatan penyaluran pembiayaan kebajikan (Al-Qardhul Hasan), penyaluran bantuan kepada bidang sosial yaitu dalam bentuk kegiatan kitanan masal, bantuan anak yatim, orang tua jompo, zakat dan kesehatan.

Penyaluran bantuan kepada bidang keagamaan yaitu dalam bentuk kegiatan hari besar Islam, pembangunan masjid dan pondok pesantren, dan penyaluran bantuan kepada bidang pendidikan yaitu dalam bentuk bantuan beasiswa kepada siswa berprestasi dan tidak mampu. Selanjutnya dikatakan sebagai wujud tanggung jawab perusahaan terhadap kesejahteraan sosial masyarakat atau CSR (Corporate Social Responsibility) yaitu membantu antarsesama dengan harta yang dimiliki perusahaan.

Di penghujung acara RUPS kali ini Novi Sujatmiko yang juga Ketua Forum Silaturahmi BPRS se-Jawa Timur melaporkan langsung di depan Bapak Bupati Sumenep. BPRS Bhakti Sumekar tidak melupakan kewajiban penyetoran keseluruhan pembagian deviden ke Pemkab sebesar Rp 4,254,278,588. Target penyetoran PAD tahun 2012 yang ditargetkan sebesar Rp 4.1 miliar telah terealisasi sebesar Rp 4,254,278,588.

Ditambahkan, selama keberadaan Bank BPRS telah menyetor deviden ke pemkab sampai dengan tahun 2012 mencapai Rp 35,69 miliar. Pembayaran deviden kepada Pemkab Sumenep di tahun 2013 sebesar Rp 4,9 miliar dari target tahun 2013 sebesar Rp 4,5 miliar. (radar)

Berita Bangkalan, Berita Sampang, Berita Pamekasan, Berita Sumenep

↑ Grab this Headline Animator

kata Kunci Terkait:

  • lowongan kerja bank bprs sumenep
  • lowongan kerja bank bprs thn 2014 daerah madura
  • lowongan pekerjaan perbankan pamekasan desember
  • lowongan kerja bank bprs bhakti sumekar
  • lowongan di bank bprs sumenep dan pamekasan
  • lowongan kerja bank BPRS sumekar
  • lowongan kerja bank BPRS sumenep-pamekasan
  • 10 bprs terbesar di indonesia
  • lowongan kerja bprs pamekasan
  • Lowongan kerja bprs pamekasan 2014

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Submit Comment

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com