Aktivis Kompak Minta Pecat Kades Iqbal

 

Pemkab Tunggu Penetapan Tersangka

KOTA – Kepala Desa (Kades) Guluk-­Guluk Iqbal sudah di­ tahan kejaksaan negeri (ke­jari). Dia menjadi tersangka dugaan korupsi bantuan beras untuk keluarga miskin  (raskin). Namun, pemkab  belum menyalurkan surat pemberhentikan kepada  yang bersangkutan.

Sejumlah warga yang men­gatasnamakan Komunitas Pemuda Antikorupsi (Kompak) mendatangi kantor bupati kemarin (3/10). Mereka mempertanyakan alasan pemkab belum menerbitkan surat pemecatan kepada Iqbal. Mereka menuding,  pemkab kong­ kalikong dalam persoalan itu.

Mereka tiba di  kantor bupati pukul 09.00. Pemuda terse­but ditemui  Sekkab Hadi Soetarto dan  Asisten I Bi­dang Pemerintahan Sustono. Kepada dua pejabat  itu, sejumlah pemuda tersebut menyampaikan keluhan terkait surat keputusan (SK) pemecetan sementara Iqbal yang tak kunjung terbit.

Padahal, menurut mereka, lambannya langkah pemerintah itu dinilai mengganggu pelayanan. Masyarakat tidak terbiasa minta pelayanan kepada Sekdes. Warga ke­ limpungan ketika butuh pe­layanan administrasi pe­merintah desa. ”Seharusnya, pemerintah paham kondisi di  bawah,” kata Imam Hanafi   selaku koodinator.

Selain pelayanan, kata Imam, pemerintah dianggap melanggar aturan. Yakni, Perbup 31/2014 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kades. Dalam pasal 59 disebutkan, apabila ditetapkan  sebagai tersangka kasus ko­rupsi, Kades harus diberhentikan sementara.

Jika perkara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht), pemerintah boleh memberhentikan secara permanen. ”Lebih setengah bulan di­ tahan, tapi belum diberhentikan. Ada apa ini?” katanya dengan nada bertanya. Sementara itu,   Hadi  Soetarto  membantah  pemkab dituding  kongkalikong.

Dia menegaskan, SK belum terbit karena di­picu persoalan  administrasi.  Pemerintah belum menerima salinan putusan kenaikan  tatus Iqbal sebagai tersangka. Dengan demikian, pemerintah bakal jemput bola meminta salinan tersebut. ”Jika salinan itu sudah kami pegang, waktu itu juga akan   diterbitkan SK pemberhen­  tian sementara,” terangnya.

Kamis (15/9) Kejari Sumenep menahan Iqbal atas dugaan pe­nyelewengan raskin. Kasus yang menjerat Kades Guluk­Guluk  itu dilaporkan masyarakat pada 2014. (radar)