373 Gedung SD Terbengkalai

KOTA – Pemerintah perlu bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya pemenuhan gedung sekolah yang memadai. Pasalnya, terdapat 373 gedung sekolah dasar (SD) yang masih rusak. Kondisi  tersebut sangat mengganggu  aktivitas kegiatan  belajar mengajar (KBM).

Kabid Dikdas Disdik Sumenep Fajarisman mengatakan, sejak 2015 ada 373 lembaga  yang rusak. Perinciannya,  146 rusak berat, 100 rusak sedang,  dan 127 rusak ringan. Pemkab berencana memperbaiki gedung sekolah dengan  skala prioritas.

Hanya sekolah yang rusak berat yang akan diperbaiki karena khawatir membahayakan siswa dan guru. Perbaikan yang diagendakan  selama 2016 itu hanya sebagian. Itu disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang diplot Rp 16,4 miliar dari APBN melalui dana alokasi khusus (DAK) 2016.

Uang belasan miliar itu untuk memperbaiki 31 lembaga masing-masing tiga ruang. ”Akan direhab total karena kondisinya rusak berat,” katanya  kemarin (19/3). Namun, pemkab belum menentukan sekolah yang
diprioritaskan itu. Sebab,  pencairan DAK belum dilengkapi petunjuk teknis (juknis).

Informasi yang diperoleh disdik, juknis itu akan turun bulan ini. Perbaikan itu ditargetkan maksimal 90 hari setelah uang cair. Anggota Komisi IV DPRD  Sumenep Fathor Rozi mengatakan, perbaikan sarana sekolah harus menjadi prioritas.

Jika ada kendala, pemkab harus bisa jemput bola.  Apalagi, permasalahannya hanya seputar administrasi.
”Kasihan siswa, pasti terganggu  dengan kondisi gedung yang rusak itu,” katanya. (radar)