Travel News:

109 CJH Gagal Berangkat

Imbas Pengurangan Kuota Jamaah HajiJabatan Kasi Haji dan Umrah Belum Definitif. Read more … »





KOTA-Mau tidak mau akhirnya Kementerian Agama (KemenagJabatan Kasi Haji dan Umrah Belum Definitif. Read more … ») Sumenep mengikuti instruksi Kemenag Pusat untuk melakukan pengurangan calon jamaah hajiMau Berhaji, Harus Menunggu Sampai 10 Tahun. Read more … » (CJH15 CJH Gagal Berangkat ke Tanah Suci. Read more … »). Kemenag Sumenep memutuskan, sebanyak 109 CJH ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci15 CJH Gagal Berangkat ke Tanah Suci. Read more … » Makkah tahun ini. Dengan begitu, dari 682 CJH, ada 109 CJH asal Sumenep yang gagal berangkatGagal Berangkat, 109 CJH Kecewa. Read more … » tahun ini. Pengurangan kuota tersebut berdasarkan nomor urut jamaah haji.

Yang diputuskan tidak berangkat tahun ini antara CJH nomor urut 1300314284 sampai 1300318769. KasiJabatan Kasi Haji dan Umrah Belum Definitif. Read more … » Haji dan UmrahJabatan Kasi Haji dan Umrah Belum Definitif. Read more … » Kemenag Sumenep Jono Hadi  menjelaskan, pengurangan kuota CJH adalah keputusan Kemenag Pusat. Keputusan berlaku di semua kabupaten di Jawa Timur. Tapi, setiap kabupaten tidak sama jumlahnya. ”Pengurangan kuota CJH tidak hanya terjadi di Sumenep.

Di Sumenep pengurangan CJH tidak sampai 20 persen,” katanya. Jono menambahkan, CJH yang tidak bisa berangkat tahun ini akan diprioritaskan untuk berangkat tahun depan. Mereka juga dapat kompensasi yaitu tidak dibebani biaya tambahan. ”Semua CJH diharap legawa menerima keputusan ini,” tegasnya. Untuk diketahui, pengurangan CJH merata di setiap kecamatan.

Kecamatan Ambunten 4 CJH, Arjasa 14 CJH, Batuan 3 CJH, Batu Putih 1, Bluto 14, Dasuk 2, Ganding 1, Gapura 4, Gayam 5, Giligenting 4, Guluk-Guluk 1. Kemudian Kecamatan Lenteng 6, Manding 2, Masalembu 1, Nonggunong 11, Pasongsongan 4, Pragaan 1, Raas 2, Rubaru 9, talango 2, Sapeken 2, Saronggi 7, dan Sumenep 9 CJH. ”Cuma tiga kecamatan yang CJH-nya tidak dikurangi, yaitu Kecamatan Batang-Batang, Dungkek, dan Kangayan,” pungkas Jono. (radar)

Komentar

komentar