Wabup Tak Urus DBH Migas

Dampak pada Pembangunan Rendah

KOTA – Sampang merupakan  salah satu kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (migas) di Madura. Karena itu, Kota Bahari  memperoleh dana bagi hasil(DBH) migas. Namun sayang,DBH migas tidak begitu berdampak pada pembangunan.

Salah satu indikasinya, hingga 2015 indeks pembangunan manusia (IPM) Sampang masih terendah se-Jawa Timur. Angka kemiskinan di Kota Bahari juga tinggi. Hal itu berdampak pada tingkat pendidikan warga. Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang menunjukkan, hanya dua persen penduduk Sampang yang tamat pendidikan sarjana strata satu (S-1).

Sebagian besar warga merupakan tamatan SMA dan SMP. Bahkan ada warga yang tidak pernah mengenyam pendidikan. Kasi Neraca Wilayah dan Analisis BPS Sampang Ahmad Anang mengungkapkan, Sampang adalah wilayah penghasil migas cukup potensial di Jawa Timur. Hasil  migas dari sumur yang dikelola PT Santos cukup besar.

”Seharusnya dana bagi hasil migas bisa berdampak pada pembangunan, khususnya kesejahteraan masyarakat,” katanya. Namun kenyataannya, hingga 2015 Sampang masih tergolong sebagai daerah tertinggal (DT). Berdasarkan data IPM, Sampang terendah se-Jawa Timur.

Padahal daerah penghasil migas mendapatkan DBH lebih besar dari daerah yang bukan penghasil migas. ”Seharusnya pembangunan di Sampang lebih pesat,” ucapnya. Pria asal Tuban itu melanjutkan, hasil migas per tahun cukup besar.

Sesuai data dari BPS Jawa Timur, hasil migas PT Santos lumayan besar. Rata-rata Rp 2,5 triliun lebih per tahun sejak 2010. Terutama pada 2013 yang mencapai Rp 3 triliun lebih. ”Jika dana bagi hasil migas dikelola dengan baik, pasti ada dampak pada pembangunan. Namun kemungkinan besar sampai 2016 tidak ada perkembangan dalam data pembangunan di Sampang,” jelas Anang.

Memang, ada penurunan hasil eksploitasi migas dalam beberapa tahun terakhir. Harga minyak dunia juga turun drastis sejak 2014. Terparah pada 2015 harga minyak dunia turun tajam. Dia berharap DBH migas digunakan dengan baik agar berdampak pada pembangunan di Sampang.

Kasubag Potensi dan Produksi Daerah Bagian Perekonomian Pemkab Sampang Agus Utomo mengaku tidak mengetahui tentang DBH migas. Dia juga  menyatakan tidak tahu dana tersebut dialokasikan untuk apa saja. ”Kami tidak menangani masalah itu,” ucapnya.

Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengakui ada DBH migas. Namun dia enggan memberikan penjelasan. ”Sudah ada yang mengurus. Saya tidak ikut-ikut masalah itu,” katanya singkat. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • pembangunan manusia di madura