Tilap Uang Kembalian Bermodus Pembulatan

KOTA – Praktik nakal mengambil uang receh kembalian milik pembeli banyak terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Madura. Modusnya, operator SPBU membulatkan nominal tertentu setiap pembelian BBM.

Warga-mengisi-bensin-di--SPBU-Jalan--Jaksa-Agung--Suprapto,--Sampang,--kemarin.

Nah, praktik pencurian uang secara halus tersebut terjadi di SPBU Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang, kemarin (30/1). Korban pembulatan harga tersebut adalah Nurul Kholis, warga Kecamatan Robatal. Kepada Jawa Pos Radar Madura, Kholis mengaku, uang yang tidak dikembalikan akibat pembulatan  senilai Rp 800.

Saat mengisi bensin kemarin, di layar pompa bensin tercatat Rp 24.200. Ternyata, si operator langsung membulatkan Rp 25 ribu.  ”Nominal uang yang tidak dikembalikan  memang kecil. Tetapi, kalau  ditumpuk kan jadi banyak. Itu pun dilakukan setiap hari,” keluhnya.

Jika dibiarkan, pembulatan tersebut  akan dianggap hal biasa. Padahal, tidak semua pembeli bensin  ikhlas. Mereka tidak minta kembalian karena malu. Kholis mengungkapkan, hasil pembulatan dijadikan satu. Kemudian dibagi-bagi kepada seluruh petugas SPBU. Secara tidak langsung, SPBU curang.

”Saya tahunya informasi  itu (dibagi kepada petugas, Red)  dari teman yang pernah kerja di SPBU,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota  Komisi I DPRD Sampang Syamsuddin sangat menyayangkan tindakan tersebut. Seharusnya, tindakan  curang tidak boleh terjadi dan harus  jelas peruntukannya. Dengan begitu, isu negatif yang beredar di  masyarakat juga jelas.

”Kami sangat menyayangkan dan seharusnya dikembalikan. Peruntukannya itu  juga harus jelas,” pintanya. Sayangnya, penanggung jawab SPBU di Jalan Jaksa Agung Suprapto Rachmatullah belum bisa memberikan penjelasan terkait hal itu.  Ketika dihubungi melalui telepon  selulernya, yang menerima anaknya. ”Abah ada di Malang, Mas,” ucapnya singkat. (radar)