Terseret Banjir hingga 7 Kilometer

Dua Korban Ditemukan Tewas

KEDUNGDUNG – Hujan lebat yang mengakibatkan banjir sejak Sabtu (24/9) di Sampang memakan korban jiwa. Siyeh, 50, warga  Dusun Penatat, Desa Gunung  Kesan, Kecamatan Karangpenang, ditemukan tewas tersangkut pohon. Sementara Bela, 5,  warga Dusun Gadding Daya, Desa  Bluuran, Kecamatan Karang Penang, diduga hilang terseret banjir.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, Siyeh menghilang sejak Minggu (25/9) sekitar pukul 18.30. Pada saat itu, korban  hendak membeli obat. Namun, korban tidak kembali dan tidak diketahui keberadaannya. Korban diduga terseret arus banjir hingga 7  kilometer dari rumah hingga tempat penemuan jasad korban.

Jasad korban kali pertama ditemukan Rusdi, 50, warga Dusun Pagagan, Desa Palenggiyan, Kecamatan Kedungdung, sekitar pukul 10.00  kemarin (26/9). Saat itu, Rusdi mencari rumput untuk pakan ternaknya.  Mayat tersebut ditemukan tersangkut di pohon di sisi barat sungai  dengan kondisi tertelungkup.

”Saya laporkan ke Pak Klebun (Kepala Desa, Red) setelah melihat kondisi mayat,” katanya saat diwawancarai. Kades Palenggiyan Hoiri membenarkan jika pihaknya mendapat laporan dari warga. Setelah mendapatkan informasi, pihaknya  langsung melaporkan kepada aparat kepolisian di Mapolsek Kedungdung.

”Kami laporkan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya. Pantauan di lokasi, sekitar pukul 11.45, korban sudah dibawa ke Balai Desa Palenggiyan. Di  lokasi itu keluarga korban menangis histeris tak kuasa melihatmayat korban. Aparat kepolisian, TNI, BPBD, dan PMI melakukan  evakuasi.

Setelah itu, dibawa dengan mobil jenazah ke Puskesmas  Kedungdung untuk diotopsi.  Kemudian, jenazah dibawa ke rumah duka.  Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar dikonirmasi melalui Kanit SPKT Polsek Kedungdung Ipda Afrizal Haris menerangkan, kasus tersebut murni akibat kecelakaan. Dari hasil otopsi, tidak ditemukan  adanya tanda-tanda yang mengarah   kepada penganiayaan.

”Hasil otopsi, korban murni musibah tenggelam. Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan,” ucapnya.  Terpisah, Kepala BPBD Sampang  Wisnu Hartono menerangkan,   pihaknya menerjunkan lima personel dan enam personel dari PMI.  Hal itu, setelah mendapat informasi tentang penemuan korban.

Sementara Bela, warga Desa Bluuran, Kecamatan Karang   Penang, dilaporkan hilang saat  pulang sekolah madrasah sekitar pukul 13.00. Bela sempat dilarang pulang oleh Mat Hesi, warga  setempat. Sebab, saat itu hujan   lebat. Diduga, Bela memaksa tetap pulang sendirian.

Sekitar pukul 13.45, Bela belum tiba  di rumahnya. Miswadi, ayah Bela, bersama warga sekitar memutus kanuntuk mencari korban. Alhasil, warga  hanya menemukan tas dan baju kor ban berada di aliran sungai. Setelah dilakukan pencarian oleh  warga dan petugas, Bela akhirnya   ditemukan dalam kondisi meninggal.

Jasadnya baru ditemukan sekitar pukul 22.30 di pinggir sungai. Korban terseret arus sungai hingga  3,5 kilometer. Kepala Desa Bluuran Faruk membenarkan informasi tersebut. Korban diduga melintas di anak sungai sedalam 2 meter. Karena hujan deras, akhirnya Bela terseret arus.

”Baru saja ditemukan, jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk dikebumikan. Bela anak satu-satunya,” kata Faruk kepada Jawa Pos Radar Madura tadi malam. Informasi itu juga dibenarkan   Pasi Intel Kodim 0828/Sampang   M. Nisen. Sejumlah pasukannya juga dilibatkan untuk membantu   mencari korban. ”Iya, sudah ditemukan,” terangnya mewakili Dandim 0828 Letkol Inf Indrama Bodi. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kecamatan kedungdung kena kasus