Headline News:

Tak Bisa Berobat Lantaran Tak Punya Biaya

Menderita di usia tua harus dirasakan Juna, 79, warga miskin (gakin) asal Dusun Song-osong, Desa Aengsareh, Kec/Kota Sampang. Perempuan tua itu menderita penyakit yang biasa disebut penyakit kuning atau dalam istilah medis biasa disebut penyakit liver. Juna hanya mampu berbaring lantaran tak punya biaya untuk berobat. Seperti apa kondisinya?


Kota KARTU jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) untuk masyarakat miskin belum sepenuhnya menjadi jawaban dan solusi saat warga sakit. Salah satunya, seperti yang dialami Juna. Meski memilik kartu jamkesmas, namun perempuan yang sudah berkepala tujuh itu enggan dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Alasannya, meski menggunakan jamkesmas, dirinya menganggap sama saja. Sebab, biasanya tetap dipungut biaya.

Juna khawatir seperti yang dialami suaminya, Mukasim yang kini sudah meninggal. Saat itu, meski menggunakan jamkesmas, pengobatan suaminya tetap harus bayar untuk membeli kekurangan obat yang disarankan pihak rumah akit. ”Katanya semuanya gratis, tapi harus mengeluarkan uang juga untuk beli obat di luar. Alasannya di rumah sakit sendiri tidak ada,” kata Ridwan, 45, menantu Juna kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (17/3).

Diakuinya, dirinya enggan berobat bukan karena banyak biaya yang harus dikeluarkan. Melainkan, karena memang tidak punya uang sama sekali untuk dibayarkan. ”Jangankan buat bayar obat, buat makan sehari-hari saja susah, ” tambah Ridwan. Ridwan mengakui mertuanya itu memang sudah dua bulan terakhir dibiarkan terbaring lemas bersama penyakit yang dideritanya.

Itu karena tidak ada jalan lain selain pasrah pada nasibnya. ”Sebenarnya ingin diobati, tapi mau bagaimana lagi keadaan kami seperti ini,” tuturnya. Lantaran tak pernah dibawa berobat itulah, hingga kini pihak keluarga sedikit pun tidak tahu apa sebenarnya penyakit yang diderita Juna. ”Kata orang kena penyakit kuning, tapi belum pasti, wong tidak pernah diperiksakan ke dokter,” tuturnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, nenek yang diketahui memiliki tiga anak tersebut kondisinya memprihatinkan.Tak ada satu pun makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya. Kini Juna hanya bisa berharap bantuan dermawan khususnya pemkab agar bisa mengurangi beban hidupnya dengan memberi jaminan berobat ke rumah sakit tanpa biaya sepeserpun. (radar)

Baca Juga :

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Submit Comment