Tahanan Titipan PN Meninggal di Rutan

Syaiful Islam Sempat Sekarat

KOTA – Tahanan titipan Pengadilan Negeri (PN) Sampang meninggal di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sampang pada Selasa  malam (1/3). Tahanan tersebut atas  nama Syaiful Islam, 43, warga Desa Jrangoan, Kecamatan Omben.

Tahanan-Titipan-PN-Meninggal-di-Rutan

Syaiful merupakan tahanan kasus yang  diduga pemakai sabu-sabu. Korban masuk rutan pada 22 Desember 2015. Sebelum meninggal, Syaiful mengikuti sidang di PN  Sampang bersama tahanan lain Selasa (1/3). Syaiful keluar dari  rutan untuk mengikuti sidang sekitar pukul 10.00–15.00.

Malam harinya, sekitar pukul  22.00, Syaiful sakit hingga sekarat.  Mengetahui hal itu, tahanan yang lain berteriak meminta tolong petugas. Pada pukul 22.10, Syaiful tiba di RSUD Sampang. ”Meninggalnya itu sekitar pukul 22.30  dengan disaksikan pihak keluarga  juga. Sakit karena tidak ada sebab lain dan menurut saya wajar karena tidak  ada yang mencurigakan,” kata Kepala  Rutan Kelas II-B Sampang Lindu Prabowo kemarin (2/3).

Lindu mengaku belum mengetahui  penyebab sakitnya Syaiful. Sebab, yang mempunyai kewenangan adalah pihak RSUD. Namun, semua napi di rutan telah diperiksa tim relawan kesehatan Muhammadiyah Lamongan pada Selasa (1/2) sekitar pukul 09.00.

”Ada 31 penghuni rutan yang mengeluh dan dilakukan pemeriksaan medis. Hanya Syaiful Islam yang kesehatannya tidak diperiksa karena mengikuti persidangan di PN,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya.  Secara terpisah, Humas RSUD Sampang dr Yuliono saat dihubungi melalui telepon mengaku, pihak rumah sakit menerima Syaiful Islam  dalam kondisi meninggal.

Namun, ketika ditanya kepastian lokasi  meninggalnya, pihaknya tidak bisa  memberikan penjelasan. ”Kami sudah menerima dalam kondisi meninggal. Tapi, kami tidak tahu apakah yang bersangkutan  meninggal di perjalanan atau di  rutan,” terangnya.

Disinggung hasil laporan penyebab  meninggalnya tahanan kasus narkoba  tersebut, Yuliono tidak bisa memberikan keterangan. Sebab, tidak ada permintaan visum dari pihak  yang bersangkutan. Sementara itu, Humas PN Sampang Darmo Wibowo mengakui bahwa  korban merupakan titipan PN yang tersangkut kasus narkoba. Selain itu,  karena telah meninggal, perkaranya  digugurkan.

”Perkaranya sudah tidak bisa dilanjutkan dan gugur. Proses  persidangan hanya keterangan saksi, belum ditetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya. (radar)