Sosialisasi BPJS Tak Maksimal, Ratusan Ribu Warga Belum Terdaftar

KOTA – Kesehatan ratusan ribu warga Sampang belum dijamin pemerintah. Sebab, mereka belum mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Hingga saat ini, sekitar 200 ribu warga belum terdaftar. ”Masyarakat Sampang yang mendaftar BPJS Kesehatan sekitar 600 jiwa dari jumlah penduduk 800 ribu jiwa. Masih ada sekitar 200 jiwa yang tidak  mendaftar,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana kemarin (25/9).

Menurut dia, 200 ribu orang bukan jumlah sedikit. Dia menilai, hal itu terjadi karena sosialisasi dari PJS Kesehatan tidak  aksimal. Terutama kepada masyarakat bawah. Mereka hanya mendaftar ketika ada anggota keluarga yang sakit dan butuh dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.

”Masyarakat, khususnya di perdesaan, belum tahu banyak tentang BPJS Kesehatan. Mereka baru tahu kalau sudah ada  keluarganya yang sakit dan baru mengurus,” ujarnya. Karena itu, politikus PPP tersebut mendesak, sosialisasi kepesertaan BPJS Kesehatan lebih dimaksimalkan.

Dengan cara  itu, mereka diharapkan segera mendaftar sebelum sakit. Terlebih, sudah ada aturan bahwa aktivasi kartu BPJS bisa difungsikan 14 hari setelah mendaftar.  ”Sekarang yang banyak terjadi, masyarakat mendaftar BPJS Kesehatan ketika sudah dirujuk ke  layanan kesehatan. Jadi, mereka  tidak bisa langsung memanfaatkan kartu BPJSnya,” terang Amin.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Sampang Endah Purwandari mengakui,  masyarakat yang belum mendaftar sebagai peserta sekitar 200 ribu orang. Namun, jumlah tersebut dikatakan sudah sedikit dibandingkan dengan yang telah  mendaftar.

”Warga yang mendaftar BPJS Kesehatan sudah sekitar 60–80 persen. Sudah lebih banyak yang mendaftar,” ujarnya. Sosialisasi kepesertaan BPJS juga sering dilaksanakan melalui kepala desa (Kades), tokoh masyarakat, atau instansi pemerintah. Dia mengakui, tanpa  dukungan masyarakat, sulit tercapai 100 persen.

”Saya juga  meminta bantuan masyarakat agar yang belum mendaftar  diberi pemahaman sehingga  bisa terdaftar di BPJS Kesehatan,” katanya.

Untuk mendaftar harus menggunakan KTP elektronik dengan NIK terbaru. Tanpa itu, pendaftaran tidak bisa diproses. Kebijakan itu juga sudah dikoordinasikan dengan dispend-  ukcapil. ”Yang tidak membayar   bulanan juga sangat banyak. Jumlahnya sekitar 11 peserta,” tandasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kepala bpjs sampang