Setahun Tak Masuk PAD, Kemana Uang Retribusi Parkir?

KOTA – Petugas parkir Pasar Srimangunan Sampang menarik biaya parkir kepada setiap pengunjung yang memarkir  kendaraannya. Anehnya, uang hasil parkir  selama 2015 tidak masuk ke pendapatan asli daerah (PAD). Terus kemana uang retribusi parkir Pasar Srimangunan selama setahun?

Petugas-parkir-menjaga-sepeda-motor-pengunjung-Pasar-Srimangunan-kemarin.

Itulah yang  menjadi pertanyaan Komisi II DPRD Sampang.  Sebab, tahun-tahun sebelumnya, uang hasil retribusi parkir Pasar Srimangunan masuk PAD. Hanya 2015 yang tidak masuk kas daerah (kasda). ”Dishubkominfo tetap tarik parkir di Pasar Srimangunan. Tetapi, uangnya tidak disetor ke PAD, terus dikemanakan uang parkir tahun 2015,” kata Shohebus Sulton, anggota  Komisi II DPRD Sampang, kemarin (31/1).

Sulton memastikan, pengelolaan uang hasil parkir tidak beres. Sebab, menurut dia, tidak mungkin selama 2015 retribusi parkir nol persen yang masuk ke PAD. Untuk itu, pihaknya meminta semua pihak transparan. Sebab, seluruh hasil retribusi parkir harus disetor ke PAD.

”Petugas parkir rutin menarik uang parkir setiap hari. Jadi, mustahil tidak ada hasilnya,” ujarnya. Pantauan Jawa Pos Radar Madura, hingga kemarin, juru parkir masih beroperasi  di Pasar Srimangunan. Bahkan, setiap  hari banyak kendaraan yang menggunakan jasa parkir.

Selain itu, pengguna parkir membeludak pada Selasa dan Sabtu. Sementara itu, lahan parkir yang digunakan berjumlah dua lokasi. Antara lain, di depan dan di samping Pasar Srimangunan. Kepala Dishubkominfo Ali Wafa tidak menampik,  pada 2015 uang parkir Pasar Srimangunan  tidak masuk PAD. Alasannya,  pengelolaan parkir pada 2015 tidak ada keuntungan.

”Memang tidak setor ke PAD. Soalnya, sejak kebakaran, kami tidak mendapatkan hasil dari parkir tersebut,” dalihnya. Ali Wafa mengaku sengaja tidak menyetor hasil parkir Pasar Srimangunan ke kasda. Sebab, tahun lalu tidak ada pengelolaan. Hanya, dia mengakui pada 2014 pihaknya bisa menyetor sekitar Rp 91 juta. Itu pun separo dari target Rp 180 juta yang  ditargetkan. ”2014 kami masih sempat mengelola,” tambahnya. (radar)