Sebut Pemkab-Kopas Kongkalikong

Diduga Koperasi Tidak Sehat

KOTA – Rencana penunjukan pengelola Pasar Srimangunan kepada koperasi pasar (kopas)  oleh pemerintah daerah menuai protes. Warga menuding, terjadi kongkalikong antara pemkab dan kopas. Pasalnya, kopas yang ditunjuk pemkab ditengarai tidak sehat dan tidak layak menjadi pengelola pasar.

Sekretaris CV Anita Jaya Anita Widyawati kepada Jawa Pos Radar Madura mengaku curiga atas keterlibatan kopas dalam mengelola parkir pasar. Kecurigaan tersebut menguat setelah petugas satpol PP mengambil alih pengelolaan parkir Pasar Srimangunan.

Kuat dugaan, penunjukan terhadap kopas sarat kepentingan oknum pejabat pemkab. ”Saya dengan koperasi pasar  yang akan mengelola. Itu sudah jelas ada kerja sama sebelumnya meski belum ditunjuk,” kata Anita. Pihaknya menilai, koperasi pasar selama ini tidak berfungsi.

”Silakan dikroscek saja seperti apa koperasi pasar selama ini. Manajemennya tidak jelas dan tidak berfungsi,” ujarnya. Pantauan Jawa Pos Radar Madura,  hingga kemarin, parkir khusus Pasar Srimangunan masih dikelola satpol PP. Sejumlah petugas keamanan mulai berkurang di lokasi parkir.

Hanya, pengamanan satpol PP terus berjalan. Pintu masuk dan pintu keluar dijaga ketat oleh sejumlah anggota. Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono ketika dikonfirmasi juga meragukan keberadaan koperasi pasar. Bahkan, dia mencurigai, koperasi tersebut tidak sehat. Dia mengakui pernah berkoordinasi dengan dinas koperasi dan UKM setempat.

”Saya sudah tanyakan sebelumnya. Dinas koperasi mengaku, koperasi itu sehat,” ucapnya. Hingga kemarin, terang dia, belum ada keputusan pihak mana yang akan mengelola parkir. Untuk sementara, parkir diduga akan dikelola kopas. Namun, rencana itu menunggu keputusan bupati. (radar)