Ribuan Suami Istri Tanpa Surat Nikah di Sampang

KOTA – Ribuan pasangan suami istri (pasutri) di Sampang diyakini belum mempunyai surat nikah. Sebab, pernikahan mereka tidak dilaksanakan sesuai  dengan peraturan perundang-undangan alias nikah siri. Upaya pengesahan melalui pengadilan  (isbat) belum mampu mendongkrak kesadaran masyarakat.

Kasi Bimbingan masyarakat Islam (Bimais) Kemenag Sampang Ach. Makky mengatakan, pasutri yang tidak memiliki surat nikah mencapai ribuan. Sebab, saat menikah mereka tidak memproses ke kantor urusan agama (KUA). Pernikahan mereka cukup melalui proses nikah siri.

Guna menekan jumlah tersebut, kemenag bekerja sama dengan pengadilan agama (PA). Dua lembaga itu melakukan isbat keliling untuk menetapkan pasutri yang  telah melaksanakan nikah. ”Jadi,  isbat keliling ini kami laksanakan di kecamatan-kecamatan. Alhamdulillah, ada yang ikut. Yang tidak memanfaatkan program ini juga ada,”  ungkap Makky kemarin (18/9).

Dia menjelaskan, isbat keliling digelar sebagai syarat agar mereka mendapatkan surat nikah.  Yakni, setelah melalui proses sidang di pengadilan. Kemenag menyediakan sekitar 10.000 surat nikah. Namun, yang keluar hanya  berkisar 200 surat.

”Kalau sepuluh ribu kartu nikah itu habis, maka sisa pasutri di  Sampang yang tidak memiliki surat  nikah tinggal sedikit,” ujarnya.  Kendala lain masyarakat tidak  mengurus surat nikah karena  ada biaya administrasi di PA, yaitu sekitar Rp 400 ribu. Jika  tidak punya biaya, dapat dipastikan, mereka tidak memanfaatkan isbat keliling.

Makky mengakui, mengenai  biaya tersebut, ada pertentangan  antara pemkab dengan PA. Pemkab menginginkan biaya administrasi digratiskan. Dengan jaminan, pemkab akan menyumbang Rp 200 ribu per surat nikah. ”Pemkab maunya biaya surat nikah itu diturunkan menjadi  Rp 200 ribu sehingga dapat menggratiskan masyarakat. Namun, PA  tidak berkenan karena mungkin  ketentuannya sekitar Rp 400  ribu,” papar Makky.

Menurut dia, surat nikah sangat  penting diurus. Sebab, berkaitan dengan syarat adiministrasi kependudukan. Bila hendak membuat akta kelahiran, pemohon harus mencantumkan lampiran surat nikah. ”Saya mengharap kesadaran masyarakat untuk mengurus surat  nikah,” tambahnya.

Pihaknya mengklaim, akhir-akhir ini praktik nikah siri tidak begitu marak. Masyarakat yang  akan melaksanakan akad sudah memproses ke KUA. Tahun lalu pernikahan yang tercatat sekitar 10 ribu. Memasuki pertengahan  tahun ini, jumlahnya sekitar 5.000 pasutri. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • BIMAIS SAMPANG