Rencana Pengembangan Pasar Margalela Disoal

KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui dinas perdagangan, perindustrian, dan pertambangan (disperindagtam) mengajukan anggaran untuk pembangunan Pasar Margalela. Tak tanggung-tanggung,  dana yang diajukan untuk memperoleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)  2016 itu mencapai Rp 24 miliar.

Rencana-Pengembangan-Pasar-Margalela-Disoal

Rencana pembangunan pasar di Jalan Raya Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan, Kota Sampang, itu mendapat kritik dari dewan. Wakil rakyat meminta pemkab mengkaji ulang rencana pembangunan pasar hewan tersebut. Sebab, selama ini, pemanfaatan  pasar itu tidak maksimal.

Walaupun dibangun sejumlah kios dan stan untuk pedagang, fasilitas tersebut tidak ditempati. Wakil rakyat khawatir, jika dilanjutkan,  pembangunan tersebut tidak  bermanfaat. Baik kepada masyarakat maupun pemkab.

”Pemerintah perlu mengkaji ulang rencana itu. Lebih baik diusulkan untuk pembangunan  pasar tradisional lainnya di  pelosok-pelosok,” kata Sohebus  Sulton, anggota Komisi II DPRD  Sampang, kemarin (13/1). Kondisi Pasar Margalela, terang dia, terbilang bagus.

Jika diajukan memperoleh dana lebih baik direalisasikan  untuk pasar yang layak  dibangun. Sebab, masih banyak pasar tradisional yang kurang tersentuh pembangunan. Misalnya,  fasilitas minim dan kumuh. Dengan begitu, warga tidak nyaman  saat bertransaksi jual beli di  pasar rakyat.

Contonya, di Pasar Karang Penang, Pasar Ketapang, Pasar Pangarengan, dan pasar tradisional lain. ”Meskipun sebatas usulan, tidak menutup kemungkinan, usulan itu akan terealisasi,” ucap pria asal Kecamatan Karang  Penang tersebut.

Saat Jawa Pos Radar Madura mengonfimasi rencana pengembangan pasar tersebut, Kadisperindagtam Sampang Misdi tidak dapat memberikan keterangan. Ketika didatangi ke tempat kerjanya, yang bersangkutan tidak ada. Begitupun saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, tidak ada tanggapan. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita pasar d margalela