Polisi Gagalkan Transaksi Sabu

Dua Pekerja Serabutan Berhasil Diringkus

KOTA – Transaksi sabu-sabu berhasil digagalkan oleh tim Opsnal Satnarkoba Polres Sampang Kamis (19/11) sekitar  pukul 15.00. Itu setelah dua laki-laki berhasil  diringkus di Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Sampang.

Dua-tersangka-menunjukkan-sabu-sabu-ketika-diinterogasi-polisi-di-ruang-Satnarkoba-Polres-Sampang.

Keduanya  diringkus karena terbukti membawa  sabu-sabu seberat 0,67 gram. Dua laki-laki yang berhasil diringkus adalah seorang pekerja serabutan. Mereka adalah Rahem, 40, dan Roni Setiawan, 22.  Keduanya warga Dusun Gumincak, Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah.

Keduanya tertangkap usai melakukan transaksi sabu-sabu di Desa Tamberu Timur. Mereka tidak berkutik setelah diketahui  membawa sabu-sabu. Polisi mengetahui  tersangka Roni Setiawan memegang sabu-sabu dengan tangan kirinya.

Polisi langsung meringkus keduanya. Penangkapan dilakukan saat keduanya berada di jalan raya. Rencananya, barang haram tersebut akan digunakan untuk pesta sabu. Beruntung, polisi bergerak cepat dan meringkus  keduanya.

Pesta sabu yang direncanakan gagal beberapa menit setelah tersangka bertransaksi dengan salah seorang pengedar. Kapolres Sampang AKBP Budi Mulyanto melalui Kasatnarkoba AKP Arief Kurniady mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat. Sejumlah anggota langsung ke lokasi dan melakukan pengintaian.

Penyelidikan  yang dilakukan membuahkan hasil.  ”Setelah kami menyelidiki, ternyata informasi  yang kami peroleh benar. Tim opsnal satnarkoba langsung menangkap  keduanya,” ungkapnya kemarin (20/11).  Salah seorang tersangka mengatakan, sabu-sabu diperolehnya dari seseorang. Mereka membelinya untuk melakukan pesta sabu.

Namun sebelum pesta dilakukan polisi sudah meringkus keduanya terlebih dahulu. ”Barang itu kami beli dari seseorang,” kata Roni Setiawan. Dari lokasi penggerebekan polisi berhasil mengamankan sebuah plastik klip putih berisi  serbuk putih.

Serbuk tersebut  diduga  sabu-sabu seberat 0,67 gram. Selain itu, polisi juga menyita  handphone merek Samsung dan Lenovo. Kedua handphone dipakai tersangka dalam bertransaksi  sabu-sabu. Akibat perbuatannya, kedua tersangka  dijerat Pasal 112 ayat 1 subs Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang  Narkoba.

Keduanya diancam dengan  pidana kurungan penjara  paling  singkat empat tahun dan  maksimal  12 tahun penjara dengan denda minimal Rp 800 juta, maksimal  delapan miliar. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita penangkapan narkoba di sokobanah tamberu sampang
  • gambar sudi pengedar sabu sabu di sokobanah
  • info rada madura penakapan sabu sabu di tamberu
  • penangkapan pengedar sabusabu di sampang
  • sudi bandar narkoba asal sokobanah sampang