Pasien DBD Capai 224 Korban

KOTA –Masyarakat perlu mewaspadai ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, penyakit  itu rawan terjadi saat  musim penghujan.  Data dari Dinkes Sampang, pada Januari hingga April 2015  korban DBD mencapai 224  orang.

Petugas-saat-melakukan-pengasapan-di-Jalan-Panglima-Sudirman-Sampang-beberapa-waktu-lalu.

Dinkes pun menetapkan  DBD menjadi kejadian luar biasa (KLB). Dari ratusan  korban itu, empat korban meninggal dunia.  Kasi Pengendalian Penyakit  Kustomo mewakili Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi mengatakan, pola perilaku menguras, menutup, dan mengubur (3M) penting diterapkan.

Upaya itu akan meminimalisasi  populasi nyamuk yang mengakibatkan DBD.  Sehingga, telur dan jentik nyamuk bisa dimusnahkan.  ”Kalau mulai sekarang sudah  menjaga kebersihan,  terutama tampungan air di bak dan pot bunga, tidak akan  ada tempat nyamuk berkembang biak,” katanya.

Pihaknya meminta semua  lapisan masyarakat menerapkan hidup bersih dan sehat. Firman juga menyarankan  ada aksi bersih-bersih di lingkungan    tempat masyarakat  tinggal. Sehingga, bisa mencegah adanya DBD.

”Awal 2015 DBD ditetapkan  menjadi KLB. Korban mencapai  224 orang dan 4 orang  meninggal. Nah, saat ini  kami mulai melakukan penanggulangan kasus DBD,” ucap Kustomo. Sementara untuk pengasapan atau foggingisasi, akan dilakukan  saat musim penghujan mulai turun di ibu  kota kecamatan  (IKK) Sampang. Fogging,  menurutnya, sebenarnya bukanlah cara yang pas untuk  dilakukan. Sebab fogging hanya  untuk membunuh nyamuk  dewasa. (radar)