Lapangan Wijaya Jadi Tempat Siswa Bolos

KOTA – Lapangan Wijaya Kusuma di depan Pendapa Kabupaten Sampang sering dijadikan tempat nongkrong siswa bolos. Pemandangan siswa bolos kerap terlihat setiap hari saat jam pelajaran efektif. Salah satunya seperti yang  terlihat kemarin (5/12).

Pelajar-saat-berkumpul-di-sisi-selatan-Lapangan-Wijaya-Kusuma--di-Kota--Sampang-sekitar-pukul-09.00-kemarin.

Sekitar pukul 09.00, sejumlah siswa bergerombol di lokasi tersebut.  Terlihat pula kepulan asap  rokok dari kerumunan siswa itu. Belum diketahui pasti asal  sekolah siswa tingkat SMA itu. Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri menyayangkan  perilaku pelajar tersebut.

Menurut dia, keberadaan siswa  di luar sekolah saat jam efektif semestinya tidak boleh terjadi.  Pihak sekolah dan dinas pendidikan  (disdik) harus mampu  memantau siswanya. Selain itu,  disdik juga diminta untuk mencari  tahu alasan siswa berada di   luar sekolah.

Bisa jadi ada sesuatu yang  menyebabkan mereka lebihmemilih tidak masuk sekolah.Persoalan itu harus ditanggapi serius oleh sekolah dan disdik. ”Jangan hanya sekadar mengajar. Namun, harus mampu mendidik siswa dengan baik,” terang Maniri.

Selain itu, Maniri meminta satpol PP selaku penegak Perda lebih giat melakukan  operasi. Ketegasan petugas penegak perda diyakini bisa mencegah tindakan negatif  para siswa. ”Kami tekankan agar satpol PP lebih tegas mengawasi siswa bolos, sehingga kejadian ini tidak terulang  kembali,” terangnya.

Sayangya, Kasatpol PP Sampang  Hamdani belum bisa memberikan keterangan terkait hal ini. Dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, tidak  disrespons. Begitu pun pesan  singkat yang dikirim, juga tidak  ada balasan. Sementara itu, Nurul Kholis, 34, warga Sampang yang sering  melintas di sekitar wilayah  tersebut mengatakan, seharusnya  instasni terkait menindak  tegas para pelajar bolos.

Dia  juga menyayangkan belum adanya tindakan serius yang  bisa membuat pelajar jera. ”Orang tua pelajar kan tidak  tahu anaknya seperti apa. Seharusnya  penegak perda lebih  aktif memberikan tindakan,  supaya tidak mengulanginya lagi,” pintanya. (radar)