Lagi, Napi Curanmor Diduga Melarikan Diri

Karutan Enggan Berkomentar Banyak

KOTA – Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan)  Kelas II-B Sampang kembali  kecolongan. Pasalnya, narapidana (napi) kasus pencurian motor (curanmor) Umar  Faruk diduga melarikan diri dari rutan. Warga Dusun Bulengan,  Desa Ketapang Laok,  Kecamatan Ketapang, itu  berhasil melarikan diri sekitar pukul 09.30 kemarin (10/3).

Petugas-hendak-masuk-pintu-utama-Rutan-Kelas-II-B-Sampang-saat-pencarian-napi-kemarin-siang.

Kaburnya napi yang diduga baru selesai menjalani vonis sepekan lalu tersebut terendus saat sejumlah anggota rutan  melakukan pencarian di sejumlah sudut Kota Sampang. Petugas rutan mulai menyisir angkutan umum di Jalan Raya  Barisan dan di jalur menuju Sampang–Ketapang.

Para petugas memberhentikan sejumlah kendaraan yang menuju pantura Sampang. Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Madura  (JPRM), jalur menuju utara dijaga ketat dua petugas rutan. Mereka menghentikan sejumlah kendaraan.

Dari beberapa keterangan warga, petugas rutan mengaku mencari napi yang kabur menggunakan baju motif kotak-kotak. Diduga kuat, Umar Faruk ikut taksi setelah kabur dari rutan. Sementara di areal pintu selamat datang di Dusun Pleyang, Desa Tanggumong, juga dilakukan pemeriksaan.

Sedikitnya, dua petugas menyisir semua kendaraan yang keluar dari Kota Sampang. ”Saya melihat ada petugas rutan mencari napi. Mereka mengatakan, napi menggunakan  baju kotak-kotak,” ungkap  salah seorang narasumber yang menolak namanya dikorankan.

Dikabarkan, pencarian di dua jalur tersebut berlangsung hingga pukul 11.00. Para petugas juga menyampaikan ciri-ciri napi kepada para pengendara. ”Saya lihat sendiri  waktu itu. Sebab, saya juga melintas di jalur tersebut,” ungkap pria 50 tahun, warga Kecamatan Robatal, itu.

Adanya napi kabur tersebut  sempat dibenarkan sejumlah  pihak. Termasuk, kepolisian.Namun, hingga tadi malam, belum ada kepastian hasil pencarian  pihak rutan dan polisi.  Dipastikan, pencarian akan terus dilakukan oleh polisi.

Kapolres Sampang AKBP Budi Mulyanto yang diwakili  Kasatreskrim AKP Hari Siswo membenarkan adanya napi  yang kabur. Pihaknya mengaku  membantu pencarian hingga tadi malam. ”Ya, ada satu napi. Kami sudah melakukan pencarian,”  ungkapnya.

Pencarian, jelas dia, sempat dilakukan ke daerah Kecamatan  Ketapang. Termasuk,  ke rumah napi. Hingga tadi malam, pencarian belum berhasil. Sedikitnya, ada lima personel  yang dikerahkan untuk  mendeteksi keberadaan napi.

”Kami masih terus melakukan  pencarian. Hingga saat ini,  masih nihil,” imbuhnya.  Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II-B Sampang Lindu Prabowo ketika ditemui di meja kerjanya enggan berkomentar banyak. Pihaknya menolak  memberikan keterangan resmi.

Alasannya, menunggu 1 x 24 jam untuk memastikan napi  melarikan diri. ”Saya belum bisa berkomentar  hari ini. Sesuai SOP, kami masih mencari selama 1 x 24  jam,” katanya. (radar)