Kawal Realisasi Dana PMN Rp 300 Miliar

Petani Libatkan Penegak Hukum

KOTA – Dicairkannya dana penyertaan modal negara (PMN) Rp 300 miliar untuk PT Garam terus dipelototi petani garam di Sampang. Petani akan melakukan protes terkait soal tidak jelasnya penyerapan garam rakyat.

Mereka berencana melibatkan penegak hukum dalam melakukan pengawasan dan pengawalan realisasi dana PMN.  Protes dilakukan petani karena belum ada kejelasan dari PT Garam soal penyerapan rakyat. Padahal,  dana PMN sudah diterima PT Garam  sejak Desember 2015.

Petani resah karena stok garam masih banyak. Hingga kemarin (27/3) stok garam di Sampang mencapai 90 ribu ton lebih. Ketua Kerukunan Pemilik Lahan Tambak Garam (KPLTG) Sampang Moh. Yanto menyatakan serius mengawal  realisasi dana PMN.

Pihaknya  berencana meminta bantuan penegakhukum agar tidak ada manipulasi data penyerapan garam rakyat. ”Jika ada pelanggaran, akan langsung kami laporkan kepada pihak berwenang,” katanya. Petani garam di Sampang sudah sepakat menggandeng penegak hukum.

Dalam waktu dekat mereka akan mendatangi Polres Sampang dan Kodim 0828. Petani mau meminta pengawalan pelaksanaan penyerapan garam rakyat oleh PT Garam. Sebab, sampai saat ini penyerapan garam belum jelas. Petani garam akan protes kekantor PT Garam di Surabaya. Selanjutnya, petani akan melakukan  audiensi dengan DPRD Jawa   Timur.

Petani kecewa kepada PT Garam yang selama ini tertutup  soal rencana penyerapan garam. Hingga kemarin belum ada sosialisasi apa pun dari PT Garam. Padahal, dana PMN sudah diterima  pada akhir tahun lalu. Seharusnya PT Garam melakukan sosialisasi penyerapan garam rakyat.

”Kami  ingin tahu berapa patokan harga garam yang dibeli menggunakan dana PMN. Termasuk berapa stok penyerapan garam,” ujar Yanto. Direktur Produksi PT Garam Surabaya Budi Sasongko menegaskan, pihaknya pasti melakukan penyerapan garam rakyat. Hanya saja, saat  ini pihaknya masih menyusun review SOP.

”Kami harus bersinergi dengan BPKP Jawa Timur. Kami hati-hati dalam penyerapan garam,” katanya. Disinggung soal pagu penyerapan garam di Sampang, dia enggan mengungkapkan. Menurutnya, penyerapan garam terbanyak di Madura ada di Sampang. Sementara mengenai  harga, pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail. Harga akan diatur dan disosialisasikan kepada petani. (radar)