Hubungan Bupati-Wabup Kurang Harmonis

SAMPANG – Kabar angin yang mengatakan bahwa hubungan bupati dan wakil bupati (Wabup) tidak harmonis ternyata benar. Fakta itu diungkapkan langsung oleh Fadhilah Budiono selaku orang nomor dua di lingkungan  Pemkab Sampang.

”Wes setahun lebih tidak ke kantor (bupati, Red). Alasannya sakit, dua tahun tak pernah ada mutasi dan rotasi jabatan,” ungkapnya di hadapan para kiai di Kantor BNK Sampang kemarin (6/4). Apa sebab ketidakharmonisan itu? Fadhilah enggan menjelaskan secara gamblang.

Menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan itu semua. ”Suatu saat saya akan ngomong,” janjinya.  Fadhilah mengaku tidak bisa berbuat  banyak dengan kondisi tersebut. Dia lebih memilih menunggu  perintah bupati. Alasannya, sebagai bawahan, pihaknya tetap menghormati bupati.

”Saya sebagai wakil manut aja lah. Nggak dikasih kerjaan saya terima, dikasih kerjaan saya kerjakan. Tidak pernah dipanggil selama tiga tahun. Ya paling koordinasi pas ketemu,” ungkapnya. ”Karena saya dari tentara. Patuh dan taat kepada pimpinan. Menjunjung tinggi sikap hormat,” tambahnya.

Tidak harmonisnya hubungan bupati dan Wabup juga dibenarkan Ketua Komisi I DPRD Sampang Moh. Hodai kemarin. Menurutnya, dari beberapa pertemuan, sudah jelas terlihat bahwa KH A. Fannan Hasib dan Fadhilah Budiono tidak kompak lagi.

Politikus Fraksi Demokrat itu berharap masalah tersebut tidak mengganggu pemerintahan di Sampang. ”Sudah tampak ketidakharmonisannya. Kami harap ini tidak berdampak pada kinerja bupati dan Wabup yang dapat merugikan masyarakat,” paparnya.

Sayangnya Bupati Sampang KH A. Fannan Hasib belum bisa dimintai tanggapan atas ungkapan wakilnya. Berdasarkan keterangan orang terdekatnya, bupati masih dalam perawatan dan pengawasan dokter. ”Mohon maaf, ini bapak lagi kontrol,” kata Anik Amanillah Fannan Hasib. (radar)