Headline News:

DPRD Minta Disperta Disanksi

Dinilai Lalai Menyalurkan Bantuan
KOTA – Dinas Pertanian (Disperta) Sampang dinilai gagal merealisasikan tiga program bantuan kepada masyarakat. Karena itu, Pemkab Sampang diminta memberikan sanksi tegas kepada disperta, Pemberian sanksi tersebut disuarakan Komisi B DPRD Sampang. Anggota Komisi B DPRD Sampang Zahri Achmad mengatakan, disperia harus mendapatkan sanksi, baik pucuk pimpinan maupun bidang yang bertanggung jawab.


Menurut dia, tidak terealisasinya bantuan selama tiga tahun merupakan kelalaian yang disengaja, meski beralasan karena faktor cuaca, “Pemkab harus tegas menyikapi persoalan itu. Bantuan yang seharusnya dinikmati masyarakat tidak dilaksanakan, ini sudah jelas kelalaian yang disengaja. Meskipun alasan mereka karena faktor keterlambatan ataupun kondisi alam tidak mendukung,” kata Zahri kemarin (16/1).

Pemkab, sambungnya, harus peka terhadap lembaga atau dinas yang tidak produktif. Apalagi menyangkut kesejahteraan masyarakat. Sebab, bantuan untuk masyarakat merupakan hak yang harus disalurkan. ”Amanah itu harus dilaksanakan dan benar-benar sampai kepada masyarakat,” tegas Zahri. Wakil rakyat dari fraksi Gerindra itu menyatakan, alasan disperta tidak menyalurkan bantuan kepada masyarakat tidak tepat.

Alasan terkendala cuaca maupun keterlambatan semestinya bisa diatasi dengan berpedoman pada aturan yang sudah mengatur agar program itu bisa dilanjurkan, ”Dalam Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 70 Tahun 2012 sudah jelas. Sementara pada Pasal 93 ayat 1 dan 2 tentang Kontrak, tetap bisa dilaksanakan namun dengan persyaratan bayar denda sebesar ketentuan yang berlaku.

Sehingga, tidak ada alasan bagi Disperta untuk menggagalkan bantuan itu, terang Sahri, seharusnya lanjut dia, Disperta memahami aturan tersebut. ”Atau memang ada unsur kesengajaan program ini tidak terealisasi. Palau bisa saja tidak ada keharmonisan di internal disperta, sehingga terjadi salah persepsi dan komunikasi,” tandas Zahri.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sampang Puthut Budi Santoso tidak serius menanggapi persoalan bantuan yang tidak direalisasikan oleh disperta. Dia mengaku tidak lahu tiga program di disperta yang tidak berjalan. Menurut Puthut, selama ini tidak ada laporan dari pihak terkait. “Saya tidak tahu program apa. Selama ini tidak ada pemberitahuan,” katanya.

Untuk diketahui, ada tiga program bantuan yang tidak direalisasikan oleh disperta pada 2013. Yakni, bantuan bibit ubi kayu dan pengadaan ubi kayu di Desa Kamudung, Kecamatan Omben senilai Rp 150 juta, pengadaan bantul di Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik, senilai Rp 160 juta, dan pengadaan pupuk organik senilai Rp 106 juta. Jadi total dana yang diduga diselewengkan oleh Disperta Sampang sebasar Rp 415 juta. (radar)

Berita Bangkalan, Berita Sampang, Berita Pamekasan, Berita Sumenep

↑ Grab this Headline Animator

kata Kunci Terkait:

  • sahid preman kamal madura
  • carok kamal madura
  • carok sahid kamal madura
  • sahid kamal tewas
  • foto sahid kamal
  • sidang carok h sahid di kamal
  • sidang carok di kamal
  • foto sahid Preman kamal
  • sahit kamal mati
  • kejari sampang carok

Komentar Anda

komentar

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com