Ditemukan Tewas Nyangkut di Pohon

Santri yang Terseret Banjir

JRENGIK – Santri Pondok  Pesantren Ar-Rohmaniyah,  Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, yang hilang terbawa arus banjir di Sungai Nyiburan dua hari lalu, ditemukan kemarin (28/2). Abdurrahman, 14, ditemukan  tewas tersangkut di  akar pohon pinggir Sungai  Nyiburan.

Korban-dievakuasi-warga-setelah--terbawa-arus--Sungai--Nyiburan-kemarin.

Santri asal Camplong itu ditemukan warga ketika air sungai sedikit surut. Rahman–panggilan Abdurrahman–nyangkut di pohon setelah terseret arus banjir sepanjang 1 kilometer.  ”Korban ditemukan dengan  posisi bersandar ke akar pohon seperti orang  duduk,” kata Kapolsek  Jrengik Iptu Widodo kepada sejumlah media kemarin.

Widodo menjelaskan, pencarian korban dilakukan  sejak Sabtu (27/2). Tim gabungan polsek, koramil,  dan masyarakat akhirnya berhasil menemukan korban kemarin pagi. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan  divisum petugas Puskesmas  Jrengik.

Kemudian, korban  diserahkan kepada keluarga. Kemudian, keluarga membawanya  ke rumah duka  untuk dimakamkan. ”Korban memang anak yatim. Yang bertanggung  jawab paman dan embahnya  karena yang membiayai  mondok,” terangnya.

Perwira dua balok itu menegaskan, sementara, tidak ditemukan bekas penganiayaan pada jasad korban, karena murni terseret arus banjir. ”Kami tunggu hasil visum. Dari kondisi korban yang kami  temukan, tidak ada tanda penganiayaan,”  tandas Widodo.

Jenazah Abdurrahman telah  dipulangkan ke rumah duka dan akan dikebumikan di  pemakaman umum desa setempat.  Widodo mengimbau  wali murid dan para orang tua melarang putra-putrinya  berenang di lokasi banjir.  Seperti diketahui, Sabtu lalu (27/2) Abdurrahman bermain dengan 6 temannya di pinggir Sungai Nyiburan saat hujan deras.

Tidak seberapa lama, satu  di antara tujuh santri itu  terbawa arus sungai, yakni Abdurrahman. Sayangnya, informasi hilangnya  korban tersebut  baru diketahui kemarin.  Pasalnya, sejak kejadian  itu, keenam teman korban mengaku takut.

Dengan demikian,  mereka tidak memberi  tahu pihak pondok dan  pihak berwajib. Keenam korban baru mengakui  bahwa korban terbawa  arus sungai setelah diinterogasi kepala desa (Kades)  Panyepen, Kecamatan Jrengik. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • uang Amalillah Probolinggo Sampang